Geopolitik Memanas, Tugu Insurance Tetap Raup Laba Ratusan Miliar

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-Di tengah suhu geopolitik global yang makin panas dan harga energi yang bergerak liar sepanjang kuartal I-2026, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) justru berhasil menjaga performa bisnis tetap solid. Emiten berkode saham TUGU itu membukukan laba bersih sebesar Rp265,62 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, menunjukkan daya tahan perusahaan di tengah tekanan pasar yang tidak mudah.

Kondisi global yang penuh ketidakpastian memang menjadi ujian berat bagi industri asuransi. Namun, Tugu Insurance memilih tetap bermain disiplin. Fokus pada kualitas bisnis, seleksi portofolio, dan manajemen risiko menjadi strategi utama perusahaan untuk menjaga profitabilitas.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, mengatakan kuartal pertama 2026 menjadi periode yang sangat dinamis bagi industri asuransi. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan mitigasi risiko.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Fitri.

Sejalan dengan implementasi standar akuntansi baru PSAK 117, Tugu Insurance juga melakukan penyesuaian penyajian laporan keuangan, termasuk restatement laporan tahun sebelumnya demi menjaga konsistensi dan keterbandingan data kinerja. Langkah ini disebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat transparansi dan kualitas pelaporan keuangan.

Dari sisi operasional, Tugu Insurance mencatat Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp2,57 triliun pada kuartal I-2026, naik 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,42 triliun. Sementara itu, Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp461,01 miliar atau tumbuh 2,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang lini bisnis unggulan seperti fire & property, offshore, dan marine cargo yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Strategi pengelolaan portofolio yang selektif dinilai berhasil menjaga kualitas pertumbuhan perusahaan.

Tak hanya itu, kontribusi investasi dan entitas anak juga turut memperkuat kinerja Tugu Insurance. Pendapatan investasi tercatat Rp88,17 miliar, sementara pendapatan operasional lainnya melonjak 31,25 persen menjadi Rp156,02 miliar.

“Kinerja ini menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan Perseroan semakin kuat, termasuk dukungan dari entitas anak,” kata Fitri.

Dari sisi fundamental, perusahaan juga masih memiliki bantalan modal yang sangat kuat. Total ekuitas Tugu Insurance tercatat mencapai Rp10,17 triliun, dengan tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 420,5 persen—jauh di atas ambang batas minimum regulator. Adapun total aset perseroan mencapai Rp29,69 triliun hingga akhir Maret 2026.

Menurut Fitri, struktur permodalan yang kokoh memberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap agresif bertumbuh tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

“Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan,” ujarnya.

Ke depan, Tugu Insurance menegaskan akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan tetap mengedepankan prinsip prudent. Optimalisasi portofolio, disiplin risiko, dan penguatan kontribusi entitas anak menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang belum mereda.