Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan lifting minyak dari lapangan milik Kalrez Petroleum di Lapangan Bula, Maluku, pada Kamis (2/7/2026).
Dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas, dan jajaran pimpinan, Djoko menyebut keberhasilan lifting ini sebagai “good news” setelah lapangan tersebut cukup lama tidak berproduksi akibat berbagai kendala operasional.
“Alhamdulillah, minyak dalam tanki KKKS PT Kalrez Petroleum Lapangan Bula Maluku akhirnya berhasil di-lifting hari ini,” kata Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan operasi, tetapi juga membawa harapan besar bagi para pekerja. Pasalnya, hasil lifting tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membayar gaji karyawan yang selama berbulan-bulan tertunda akibat mandeknya penjualan minyak.
Lapangan Bula sendiri merupakan salah satu lapangan tua yang memiliki sejarah panjang dalam industri migas nasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas produksinya sempat terhenti karena berbagai persoalan teknis dan bisnis.
Kini, secercah harapan mulai muncul. Pemerintah daerah melalui BUMD setempat bahkan telah mengajukan permohonan untuk ikut mengelola lapangan tersebut, sebagai langkah strategis menghidupkan kembali potensi migas daerah.
Djoko berharap upaya revitalisasi Lapangan Bula bisa berjalan mulus, termasuk menjaga hubungan baik dengan pemilik wilayah kerja (WK) yang ada saat ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Pertamina Patra Niaga yang berperan penting dalam mendukung proses lifting dengan menyediakan kapal serta dukungan logistik lainnya.
“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga yang bersedia menyediakan kapal dan segala sesuatunya sehingga minyak dapat terlifting,” ujarnya.
Keberhasilan lifting ini menjadi momentum penting di tengah upaya pemerintah mengejar target lifting nasional. Jika Lapangan Bula bisa kembali berproduksi stabil, kontribusinya bisa menjadi tambahan berarti bagi produksi migas nasional, sekaligus menggerakkan kembali ekonomi lokal di Maluku.
Semangat optimisme pun digaungkan Djoko dalam penutup laporannya: “Bersama kita bisa. Lifting naik: BISA, BISA, BISA.”

