Harga Batu Bara Naik, Saham PT Adaro Energy Terapresiasi 5,91 Persen

Jakarta, Ruangenergi.com – Harga batu bara termal Newcastle pada Jumat pekan lalu berhasil naik 1,44% atau berhasil naik dari US$ 55,4/ton menuju ke US$ 56,2/ton. Kenaikkan harga batu bara ini memang sudah terjadi sejak Mei lalu yang dipicu oleh beberapa faktor seperti bangkitnya ekonomi China pasca wabah, pelonggaran lockdown di berbagai negara hingga melesatnya harga minyak mentah.

Menyambut berita baik tersebut, hari ini (8/6/20) harga saham emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara berhasil terbang. Kenaikkan tertinggi dicatatkan oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang sahamnya berhasil terapresiasi 5,91% ke level harga Rp 1.165/unit.

Akan tetapi terdapat saham perusahaan batu bara yang turun yaitu PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang terkoreksi 2,24% ke level harga Rp 8.725/unit. Turunnya ITMG ditenggarai oleh aksi profit taking investor setelah selama 2 pekan lalu ITMG berhasil reli lebih dari 15%.

Seperti diketahui, China sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia dan menyandang predikat sebagai episentrum pertama wabah corona merupakan negara yang ekonomi nya pulih lebih dahulu. Di sisi lain angka purchasing manager’s index (PMI) manufaktur China bulan Mei masih tetap berada di level kontraksi.

PMI manufaktur China bulan Mei dilaporkan sebesar 50,6, meskipun melambat dari bulan sebelumnya 50,8. PMI menggunakan angka 50 sebagai titik dasar, diatas 50 berarti terdapat ekspansi di sektor manufaktur.

Ekonomi China yang bergeliat membutuhkan bahan bakar berupa batu bara agar bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk industri. Maka apabila sektor manufaktur China telah berekspansi kembali maka permintaan Batu Legam akan naik dan hal ini akan mengerek harga batu bara.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *