Jambi, ruangenergi.com – Kelancaran operasi minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan keandalan fasilitas produksi. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan operasi dan mendukung ketahanan energi nasional.
Atas dasar itu, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 memperkuat sinergi kelembagaan dengan Komando Resor Militer (Korem) 042/Garuda Putih di Jambi. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun komunikasi yang konstruktif dan mendukung terciptanya situasi kondusif bagi kegiatan operasional hulu migas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kehormatan General Manager PHR Zona 1, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, kepada Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, di Markas Korem 042/Garuda Putih, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan operasi migas di wilayah Jambi.
General Manager PHR Zona 1 Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan, kegiatan hulu migas memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Karena itu, keberlangsungan operasinya membutuhkan dukungan dan koordinasi berbagai pemangku kepentingan.
“Bagi kami, sinergi dengan Korem 042/Garuda Putih merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan. Operasi hulu migas memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Sehingga keberlangsungannya perlu didukung kolaborasi dan kepedulian bersama,” ujar Luthfi.
Komunikasi Jadi Kunci Kelancaran Operasi
Menurut Luthfi, hubungan kelembagaan yang harmonis dapat menjadi fondasi untuk membangun koordinasi yang efektif, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika di wilayah operasi.
Melalui komunikasi yang terbuka dan terarah, setiap perkembangan di lapangan diharapkan dapat disikapi secara tepat dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, PHR Zona 1 ingin menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Ke depan, kami berharap komunikasi dan koordinasi ini terus terjalin dengan baik. Kami percaya, kolaborasi yang dibangun melalui pendekatan yang profesional dan saling menghormati akan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran operasi perusahaan serta kepentingan masyarakat dan negara,” tambahnya.
Bagi industri hulu migas, koordinasi lintas lembaga menjadi salah satu elemen pendukung dalam menjaga kegiatan produksi agar tetap berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan. Terlebih, kegiatan operasional migas membutuhkan lingkungan kerja yang kondusif serta hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan di daerah.
Kunjungan tersebut sekaligus mencerminkan upaya PHR Zona 1 untuk terus membangun kemitraan kelembagaan yang konstruktif guna mendukung kelancaran kegiatan usaha hulu migas.
Dalam kunjungan itu, Luthfi didampingi Manager Security Regional 1 Noval Alwi, Field Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, Asisten Manajer Security PHR Zona 1 Ricky Nova, serta Officer Relation Jambi Sutijak.
Sebagai bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1, PHR Zona 1 menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan terus memperkuat koordinasi bersama para pemangku kepentingan.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, perusahaan berupaya menjaga keandalan operasi di wilayah kerjanya sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Pada akhirnya, keberlangsungan operasi migas bukan semata-mata kepentingan perusahaan, melainkan juga bagian dari upaya menjaga pasokan energi bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.


