Kabar Gembira dari Rokan: Sumur Baru PHR Produksi 835 BOPD dengan Kadar Air Nol Persen

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari upaya peningkatan produksi minyak nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil mencatatkan capaian luar biasa dari pemboran sumur pengembangan PEBO#30 di Lapangan Pematang Bow, Riau.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan bahwa sumur tersebut telah selesai dibor menggunakan Rig BDSI-60 dalam waktu 26 hari. Pemboran dilakukan secara directional drilling (sumur miring) dengan menyasar lapisan produktif MN5200 dan MN5300 pada kedalaman 5.270–5.272 ft MD dan 5.371–5.373 ft MD.

Hasilnya jauh melampaui ekspektasi.

Sumur PEBO#30 selesai menjalani proses Put On Production (POP) pada 2 Juni 2026 dengan laju produksi mencapai 835 barel minyak per hari (BOPD). Angka tersebut melonjak lebih dari delapan kali lipat dibanding target awal yang ditetapkan sebesar 100 BOPD. Yang lebih menggembirakan, produksi awal sumur ini tercatat dengan kadar air 0 persen, menunjukkan kualitas produksi yang sangat baik.

“Capaian ini menjadi kabar baik bagi upaya menjaga produksi minyak nasional di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan-lapangan tua,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, serta jajaran pimpinan sektor hulu migas, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.

Keberhasilan PEBO#30 diharapkan menjadi tambahan energi positif bagi program pengeboran dan workover yang tengah dijalankan PHR bersama SKK Migas. Produksi tambahan dari sumur-sumur baru sangat dibutuhkan untuk membantu mengimbangi penurunan produksi dari lapangan-lapangan besar yang telah lama beroperasi, termasuk Lapangan Banyu Urip.

SKK Migas dan PHR optimistis rangkaian pemboran berikutnya dapat menghasilkan performa serupa, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Semangat optimisme tersebut tergambar dalam pesan yang disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan industri hulu migas:

“Insya Allah bersama kita BISA. Lifting naik, BISA… BISA… BISA!”

Keberhasilan PEBO#30 menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi pemboran, serta kerja keras para insan hulu migas terus memberikan harapan baru bagi peningkatan produksi minyak nasional dan pencapaian target lifting Indonesia.