Kawal Transisi Energi, Komisi VII Dorong Pemanfaatan EBT sebagai Energi Utama

Jakarta, ruangenergi.com– Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan mempertanyakan dukungan dan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi.

Menurut politsi partai Golkar ini, tren perkembangan perusahaan energi secara global telah mengubah paradigma baru dari mengola bisnis migas masuk ke bisnis pengelolaan energi baru terbarukan.

“Komisi VII DPR sangat fokus dan berkomitmen untuk mengawal proses transisi energi. Makanya, kami telah menyiapan Rancangan Undang-Undang EBT “, tutur Dyah Roro Esti, Kamis(10/6/21)

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, guna mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, pihaknya kini tengah mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT untuk segera disahkan menjadi Undang-Undang

BACA JUGA  Pengembangan Panas Bumi Terbuka Luas Untuk Investor

Menurut politisi muda ini, aturan tersebut merupakan upaya pemerintah agar lebih detil dan mendalam mengatur mengenai pengembangan EBT di Indonesia. Serta kedepannya EBT tidak hanya menjadi alternatif, tapi juga dijadikan sebagai energi utama.

“Setiap wilayah mempunyai economy skill masing-masing. Wilayah timur bisa andalkan matahari, kemudian di Makassar ada Sidrap dan mengingat juga 40% bicara geothermal ada di Indonesia,” papar Dyah

Banyak potensi, ujar dia, tapi masalahnya adalah EBT masih kurang kompetitif.

“Apa yang kita lakukan selalu kalah sama dunia fosil. Mudah-mudahan kita bisa komit, bisa lebih berani dan mempunyai tekad untuk lakukan perubahan yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara lain,” pungkas Dyah Roro Esti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *