Kejar Lifting 2026, Medco Mulai Pengeboran Sumur GBD-B di Tarakan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Upaya mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional terus berlanjut. SKK Migas bersama PT Medco E&P Tarakan resmi memulai pengeboran Sumur Pengembangan GBD-B di Wilayah Kerja (WK) Tarakan, Kalimantan Timur, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kegiatan pengeboran dimulai pada pukul 12.40 WITA. Laporan tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Senin, 31 Agustus 2026, kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, serta jajaran pimpinan terkait.

Sumur GBD-B merupakan sumur eksploitasi dengan target hidrokarbon pada Formasi Tarakan dan Sesanip. Dari pengeboran ini, produksi ditargetkan mencapai 300 barel minyak per hari (BOPD).

Yang menarik, produksi dari sumur tersebut ditargetkan dapat segera masuk ke dalam produksi tahun 2026. Hal ini sejalan dengan komitmen WPNB 2026, sehingga keberhasilan pengeboran GBD-B diharapkan turut memberikan tambahan kontribusi terhadap lifting migas nasional tahun ini.

Secara teknis, Sumur GBD-B direncanakan dibor dengan metode directional drilling hingga kedalaman akhir atau Total Depth (TD) mencapai 2.522 meter measured depth (mMD) atau setara 2.418 meter true vertical depth (mTVD).

Operasi diawali dengan pemboran lubang berdiameter 26 inci menuju target section pada kedalaman sekitar 62 mMD sebagai tahapan awal sesuai rencana operasi pengeboran.

Berdasarkan drilling program, keseluruhan operasi pengeboran diperkirakan berlangsung sekitar 37,5 hari dengan menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) Gross Split.

Sumur GBD-B juga menjadi bagian penting dari program pengeboran di WK Tarakan. Sumur ini merupakan sumur pertama dari total dua sumur dalam Tarakan Drilling Campaign 2026.

Program tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan tambahan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah berproduksi.

SKK Migas dan Medco E&P Tarakan menegaskan bahwa pelaksanaan pengeboran tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta penerapan Good Engineering Practices.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan sebuah kampanye pengeboran bukan hanya diukur dari pencapaian target kedalaman dan produksi, tetapi juga dari keselamatan pekerja, keamanan operasi, serta pengelolaan lingkungan.

Dengan target produksi sebesar 300 BOPD dan rencana produksi pada 2026, keberhasilan Sumur GBD-B diharapkan menjadi tambahan amunisi bagi upaya pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjaga serta meningkatkan produksi migas nasional.

Djoko Siswanto pun menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian operasi pengeboran berjalan aman dan lancar, serta target yang telah ditetapkan dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi.

“Mohon doanya semoga operasi pengeboran sumur ini berjalan aman, lancar, dan sesuai target yang diharapkan dapat tercapai bahkan melebihi,” demikian harapan Djoko dalam laporannya.

Doa dan keselamatan menjadi pengiring dimulainya pengeboran GBD-B. Kini, hasil pengeboran dan potensi tambahan 300 BOPD menjadi target yang ditunggu dari WK Tarakan.