BSD, Serpong, ruangenergi.com— Di tengah transisi energi global yang kian dinamis, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menegaskan posisinya sebagai perusahaan energi regional yang agresif bertumbuh namun tetap disiplin menciptakan nilai jangka panjang.
Pesan itu mengemuka dalam sesi diskusi bertajuk “MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth.” yang dipaparkan Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, di booth MedcoEnergi pada ajang IPA Convex ke-50 di ICE BSD, Serpong.
Di hadapan peserta pameran dan pelaku industri migas nasional, Iwan memaparkan bagaimana MedcoEnergi kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai perusahaan minyak dan gas, tetapi telah berkembang menjadi grup energi terdiversifikasi dengan portofolio migas, ketenagalistrikan bersih, hingga tambang tembaga dan emas.
“MedcoEnergi berakar di Indonesia, namun kini beroperasi di Asia Tenggara hingga Timur Tengah,” ujar Iwan sambil menunjukkan peta operasi perusahaan yang membentang dari Indonesia, Thailand, Singapura, Oman, Yaman, Tanzania hingga Meksiko.
Menurutnya, diversifikasi menjadi fondasi penting perusahaan dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah volatilitas harga energi dunia. Di sektor hulu migas, MedcoEnergi mempertahankan fokus pada aset-aset produksi utama seperti Corridor, South Natuna Sea Block B, Tarakan, Senoro-Toili, hingga Blok Madura dan Sampang. Perusahaan juga terus mendorong proyek pengembangan baru seperti Buluang, Sakakemang, dan berbagai perpanjangan kontrak PSC strategis.
Untuk 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi migas di kisaran 165–170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd). Komposisi produksi gas yang mencapai 72 persen dinilai menjadi keunggulan tersendiri di era transisi energi karena gas dipandang sebagai bahan bakar transisi yang lebih rendah emisi.
Tak hanya migas, lini clean power juga menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan. Iwan menjelaskan bahwa kapasitas pembangkit listrik Medco Power kini telah mencapai lebih dari 1.000 MW dengan bauran energi terbarukan sekitar 26 persen. Penjualan listrik independen (IPP) diproyeksikan mencapai 4.550 GWh pada 2026.
“Ekspansi panas bumi Ijen, pengembangan PLTS Sumbawa, dan ekspansi IPP Batam menjadi bagian dari strategi pertumbuhan energi bersih kami,” katanya.
Sementara itu, kontribusi sektor tambang melalui operasi tembaga dan emas Batu Hijau tetap menjadi penopang kinerja perusahaan. Produksi tembaga diproyeksikan mencapai 485 juta pon dan emas 579 ribu ons pada 2026.
Namun yang paling menarik perhatian pengunjung booth adalah penjelasan mengenai capaian ESG MedcoEnergi. Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, MedcoEnergi menampilkan sederet indikator lingkungan yang menunjukkan tren perbaikan signifikan.
Perusahaan berhasil menurunkan emisi GRK Scope 1 dan 2 sebesar 30 persen dibanding tahun dasar 2019, sekaligus memangkas emisi metana hingga 40 persen. Target tersebut bahkan disebut telah tercapai lebih cepat dari rencana.
“Kami ingin pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan,” ujar Iwan.
Komitmen tersebut turut tercermin dari peningkatan peringkat ESG MedcoEnergi. Perusahaan kini meraih rating “AAA” dari MSCI ESG Ratings per Maret 2026—naik signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. MedcoEnergi juga aktif dalam berbagai inisiatif global seperti Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) dan pelaporan CDP Climate Change.
Di tengah tantangan industri energi global, Iwan menegaskan bahwa kunci keberhasilan MedcoEnergi terletak pada tiga hal: penciptaan nilai (value), fokus operasional (focus), dan pertumbuhan berkelanjutan (growth).
“Strategi kami sederhana: disiplin menjalankan operasi, menjaga profitabilitas, memperkuat portofolio energi masa depan, dan terus memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Pada usia IPA Convex yang ke-50 tahun, paparan MedcoEnergi menjadi gambaran bagaimana perusahaan energi nasional kini tidak hanya bicara produksi migas, tetapi juga transformasi menuju bisnis energi yang lebih hijau, terintegrasi, dan berkelanjutan.
