Bandung, ruangenergi.com – Kekayaan sumber daya alam (SDA) tidak lagi menjadi jaminan sebuah negara mampu memenangkan persaingan global. Di era teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kualitas sumber daya manusia (SDM) justru menjadi faktor utama yang menentukan masa depan sebuah bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, saat menyampaikan orasi pada Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2026/2027 di Bandung.
Menurut Dany, dunia tengah memasuki babak baru di mana ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi “mata uang” utama dalam kompetisi antarnegara. Karena itu, investasi terbesar yang harus dilakukan Indonesia bukan hanya pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga pada pembangunan manusia.
“Keunggulan suatu negara tidak lagi semata bergantung pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, menciptakan inovasi, dan menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berlipat ganda,” ujar Dany.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut tidak akan otomatis menjadi keunggulan apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan.
Menurutnya, bonus demografi justru bisa berubah menjadi beban pembangunan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang semakin cepat.
Karena itu, Dany menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak pemimpin masa depan. Ia mengajak mahasiswa untuk membangun tiga karakter utama, yakni distinctive atau mampu menghadirkan perspektif baru, adaptive atau terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, serta inclusive dengan mengedepankan kolaborasi lintas disiplin.
Dalam kesempatan tersebut, Dany juga memperkenalkan konsep kepemimpinan Power of Belief, Power of Commitment, dan Power of Legacy. Menurutnya, tiga prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin yang tidak hanya mampu menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan bagi Indonesia.
Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kuliah maupun laboratorium. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi inovasi, teknologi, dan solusi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia industri dan masyarakat luas.
Sebagai perusahaan holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, kata Dany, menempatkan pengembangan talenta sebagai investasi strategis jangka panjang. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi, penguatan riset, kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga penyelenggaraan kompetisi inovasi BigMIND untuk melahirkan generasi inovator di sektor pertambangan.
Lebih jauh, MIND ID juga terus mendorong konsep hilirisasi yang tidak hanya berfokus pada pengolahan mineral, tetapi juga pada pembangunan kualitas manusia. Menurut Dany, hilirisasi SDM akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai tambah nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Bagi Indonesia, masa depan bukan hanya ditentukan oleh apa yang tersimpan di dalam bumi, tetapi oleh apa yang ada di dalam pikiran, karakter, dan kemampuan generasi mudanya,” tegas Dany.


