Efek Domino Investasi Mulai Terasa, MIND ID: Proyek PT Vale di Pomalaa Gerakkan Ekonomi Kolaka

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Kolaka, ruangenergi.com – Kehadiran proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mulai menunjukkan dampak ekonomi yang nyata. Holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID) menilai proyek strategis tersebut tidak hanya membangun industri pengolahan nikel, tetapi juga menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat melalui efek berganda (multiplier effect).

Komisaris MIND ID Komjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan aktivitas pembangunan kawasan industri telah menjadi penggerak ekonomi baru di Kolaka. Berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, usaha kuliner, perhotelan, pariwisata hingga kesempatan kerja, ikut menikmati manfaat dari investasi tersebut.

“Masyarakat sangat berterima kasih. Saya juga mendengarkan dari Pak Bupati bahwa dengan adanya kawasan industri dan kehadiran PT Vale memberikan dampak ikutannya, mulai dari bisnis truk, kuliner, wisata, hotel, dan sebagainya, termasuk penyerapan tenaga kerja,” ujar Fadil di Kolaka, Rabu.

Menurutnya, keberhasilan investasi berskala besar sangat bergantung pada terciptanya iklim yang aman dan kondusif. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat, untuk menjaga stabilitas agar pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dapat berjalan sesuai rencana.

Fadil mengingatkan bahwa setiap gangguan terhadap investasi bukan hanya berdampak pada Kolaka atau Sulawesi Tenggara, tetapi juga dapat memengaruhi citra Indonesia sebagai tujuan investasi.

“Jadi kita sepatutnya mendukung semua, tidak membuat kegaduhan yang berdampak bukan hanya kepada Kolaka dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga nama baik Indonesia. Semua persoalan bisa diselesaikan asal hati jernih, pikiran jernih, dan tujuannya untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, PT Vale memastikan pembangunan IGP Pomalaa tidak hanya mengejar penyelesaian proyek, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui kepatuhan terhadap regulasi serta pelaksanaan pembangunan yang bertanggung jawab.

“Bagi PT Vale, keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kemampuan kami menjaga kepercayaan masyarakat, mematuhi regulasi, dan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Project Officer PT Vale Muhammad Asril menjelaskan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang tengah dibangun bersama mitra di Pomalaa akan menjadi salah satu proyek hilirisasi nikel strategis di Indonesia.

Fasilitas tersebut dirancang mampu memproduksi sekitar 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) setiap tahun. Produk tersebut merupakan bahan baku utama dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik yang permintaannya terus meningkat di pasar global.

Dengan kapasitas tersebut, proyek IGP Pomalaa diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri nikel dunia, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Sulawesi Tenggara melalui penciptaan lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara MIND ID, PT Vale, pemerintah, dan masyarakat, proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.