NDC-3 Bangkit! Beban 56,6 MW, Siap Digeber ke 100 MW Dukung Lifting PHR

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Kabar baik datang dari pemulihan pembangkit NDC-3. Setelah melalui serangkaian pengecekan dan tuning, unit pembangkit tersebut kini kembali beroperasi dan berhasil memikul beban 56,6 MW pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Laporan progres pemulihan ini disampaikan kepada Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Dalam laporan tersebut disebutkan, NDC-3 berhasil sinkron dan menjalani proses tuning sejak pukul 15.33 WIB. Sebelumnya, unit telah menjalani first startup pada Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 22.52 WIB.

Namun, setelah startup awal, masih diperlukan sejumlah pengecekan untuk memastikan kesiapan unit sebelum kembali dioperasikan secara bertahap.

Proses pemulihan dilakukan secara intensif oleh PLN MCTN bersama seluruh tim, yang bekerja dalam dua shift selama 24 jam.

“Selanjutnya unit akan dilakukan pemantauan pada beban 50 MW sampai besok pagi, dan dilanjutkan hot commissioning sampai 100 MW,” demikian laporan tersebut.

Targetnya jelas: NDC-3 dapat kembali beroperasi secara normal hingga kapasitas penuh 100 MW sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung kegiatan lifting minyak Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Pemulihan pembangkit ini menjadi kabar penting bagi operasional sektor hulu migas. Dengan kapasitas 100 MW yang kembali andal, dukungan energi listrik untuk kegiatan produksi minyak di wilayah kerja PHR diharapkan semakin terjamin.

“Semoga unit bisa beroperasi normal full kapasitas 100 MW dan andal mendukung lifting minyak PHR. Aamiin YRA,” demikian harapan yang disampaikan Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

NDC-3 kini tinggal selangkah lagi menuju operasi penuh. Dari 56,6 MW, pembangkit ini akan terus dipantau dan menjalani hot commissioning sebelum ditargetkan kembali mencapai kapasitas maksimal 100 MW.