Prabumulih, Sumsel, ruangenergi.com- Kabar baik kembali datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi. Sumur pengembangan BNG-082 di Struktur Benuang Field Adera, Sumatera Selatan, milik PT Pertamina EP Asset 2 yang kini berada dalam pengelolaan PHR Zona 4, sukses mencatatkan hasil uji produksi jauh di atas target.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan capaian tersebut kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, serta jajaran pimpinan pada Minggu (16/8/2026).
Sumur BNG-082 sebelumnya ditajak pada 17 Juli 2026. Setelah proses pengeboran dan pengujian, pada 15 Agustus 2026 sumur ini berhasil menunjukkan initial production sebesar 256 BOPD minyak dan 5,5 MMSCFD gas yang mengalir secara natural pada kondisi open flow.
Angka tersebut menjadi kejutan positif karena jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 30 BOPD minyak dan 1,5 MMSCFD gas.
Dengan kata lain, produksi minyak BNG-082 mencapai lebih dari delapan kali target, sementara produksi gasnya lebih dari empat kali target.
“Gas lebih dari 4x dari target & minyak lebih dari 8x dari target,” demikian laporan Djoko Siswanto seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Produksi tersebut berasal dari lapisan eksisting TAF-P2a yang masih memiliki tekanan reservoir cukup baik. Kondisi reservoir ini menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan sumur BNG-082.
Dibor 32 Hari, Lebih Cepat dari Rencana
Sumur BNG-082 berada di Struktur Benuang Field Adera, sekitar 25 kilometer sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Pengeboran dilakukan secara berarah menggunakan Rig PDSI #42.3/D1500-UE hingga mencapai kedalaman akhir 2.549 meter measured depth (mMD) atau 2.525,73 meter true vertical depth (mTVD).
Yang menarik, seluruh pekerjaan pengeboran hingga uji produksi dapat diselesaikan dalam 32 hari, lebih cepat dibandingkan rencana 36,6 hari.
Artinya, selain menghasilkan produksi jauh di atas target, pekerjaan sumur ini juga mampu mencatat efisiensi waktu sekitar 4,6 hari dari rencana.
Yang tak kalah penting, seluruh rangkaian pekerjaan hingga 16 Agustus 2026 berlangsung aman dan tanpa kecelakaan.
Berdasarkan estimasi lapangan, biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan ini mencapai US$5.331.644,70, atau sekitar 80,87% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.
Keberhasilan BNG-082 menjadi kabar positif bagi upaya menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional.
Pasalnya, tambahan produksi dari sumur pengembangan seperti ini menjadi salah satu penopang penting dalam mengejar target lifting nasional, terutama ketika lapangan-lapangan eksisting menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah.
SKK Migas dan PHR Zona 4 pun berharap capaian positif tersebut tidak berhenti di BNG-082.
Masih ada rangkaian program pengeboran, workover, well service, EOR hingga stimulasi yang akan berjalan sampai Desember 2026.
Harapannya, keberhasilan sumur BNG-082 dapat menjadi energi positif bagi program-program berikutnya sehingga hasil yang diperoleh juga dapat melampaui target.
“Mohon dukungan dan doa supaya sisa program pengeboran, Work Over, Well Service EOR, Stimulasi sampai Desember 2026 hasilnya berlipat ganda dari target,” kata Djoko dalam laporannya.
Ia juga berharap fasilitas produksi dapat terus beroperasi secara optimal tanpa mengalami unplanned shutdown.
Bagi SKK Migas dan PHR Zona 4, keberhasilan BNG-082 seolah menegaskan satu pesan sederhana: ketika teknologi pengeboran, kualitas reservoir, eksekusi lapangan, keselamatan kerja, dan doa berjalan bersama, hasilnya bisa melampaui ekspektasi.
Doa & BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA!

