fsru

Nusantara Regas Menunggu Perpanjangan

Jakarta,RuangEnergi.comPT Nusantara Regas mengatakan pihaknya masih menunggu perpanjangan atau upgrade kontrak bisnis maupun fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas (NR) paska berakhirnya kontrak existing dengan PT PLN (Persero) di akhir 2022.

PT NR didirikan sebagai anak badan usaha milik negara (BUMN) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

“Perpanjangan/upgrade kontrak bisnis maupun fasilitas FSRU Nusantara Regas sehingga masih bisa berkontribusi pasca berakhirnya kontrak existing dengan PLN di akhir 2022. Saat ini pembicaraan dengan PLN perihal tersebut masih berproses agar pasokan gas ex LNG ke beberapa pembangkit utama PLTGU milik PLN di area Jakarta dapat berlanjut setelah tahun 2022,” kata Direktur Utama PT Nusantara Regas Moch Taufik Afianto kepada ruangenergi.com,Selasa (29/9/2020) di Jakarta.

Taufik menjelaskan,terbuka kemungkinan untuk memasok gas ex LNG untuk memenuhi kebutuhan industri apabila marketnya sudah siap.

“Realitanya kami masih tetap mencoba approach ke PLN agar pembahasan terkait hal tersebut bisa tetap ON. Perihal jumlah kargo yang dibutuhkan, yang kami tahu adalah saat ini teman-teman di PLN internally juga masih ‘berkutat/berhitung’ dengan angka-angka tersebut,” tegasnya.

Sejarah NR

Dalam catatan ruangenergi.com, selama lebih dari tiga dekade, cadangan gas bumi yang diolah menjadi LNG di tanah air telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

BACA JUGA  Gelar Public Hearing, Wujudkan Harga Jual Gas Lebih Transparan

Namun pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik sebagai pengganti BBM belum bisa dioptimalkan mengingat belum tersedianya infrastruktur terminal penerimaan LNG.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, Menteri BUMN melalui surat nomor 5-269/MBU/2008 tertanggal 21 April 2008, kemudian membentuk konsorsium yang terdiri dari PT PLN, PT Pertamina, dan PT Perusahaan Gas Negara untuk membangun dan mengoperasikan Terminal Penerimaan LNG.

Pada perkembangannya, PLN memutuskan menarik diri dan wacana pembangunan Land Based LNG Receiving Terminal akhirnya dikaji ulang dan digantikan dengan Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) yang dianggap memiliki kelebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *