Optimisme Jelang HUT RI! Tiga Sumur Baru PHR Zona 4 Buktikan Lapangan Tua Masih Produktif

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, semangat kedaulatan energi kembali mendapat suntikan optimisme.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mengembangkan tiga sumur infill baru yang berpotensi menambah produksi minyak nasional lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) serta gas lebih dari 4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Keberhasilan tersebut berasal dari tiga sumur infill, yakni KRG-042 di Limau Field serta DWA-071 dan BNG-081 di Adera Field, Sumatera Selatan. Ketiganya menjadi bukti bahwa lapangan migas yang telah lama berproduksi masih menyimpan potensi besar apabila didukung inovasi teknologi dan strategi pengembangan yang tepat.

Sumur infill merupakan pengeboran yang dilakukan di antara sumur-sumur eksisting dalam satu lapangan. Strategi ini dinilai lebih efektif karena memiliki tingkat risiko geologi yang lebih rendah dibanding pengeboran eksplorasi di wilayah baru.

Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kombinasi inovasi dan pemanfaatan teknologi modern untuk mengoptimalkan lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

“Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya untuk terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature,” ujarnya.

Kontributor terbesar berasal dari Sumur KRG-042 di Struktur Karangan Timur, Prabumulih. Sumur ini dibor selama 25 hari dan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP), yakni sistem pompa bawah permukaan yang mampu meningkatkan produksi secara efisien pada sumur dengan tekanan alami yang mulai menurun.

Hasil uji alir awal pada 16 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi mencapai 777 BOPD, menjadikannya penyumbang terbesar dari tiga sumur tersebut.

Sementara itu, Sumur DWA-071 di Struktur Dewa, Kabupaten PALI, menjadi tonggak penting bagi Adera Field karena merupakan sumur pengembangan pertama setelah lebih dari enam tahun sejak pengeboran DWA-070 pada 2019.

Keberhasilan DWA-071 tidak lepas dari dukungan data 3D Seismik IDAMAN, yang memberikan gambaran bawah permukaan secara lebih akurat sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pengeboran infill. Setelah dibor selama 47 hari, sumur ini mencatat potensi produksi 375,84 BOPD dan 0,196 MMSCFD gas.

Tak kalah menjanjikan, Sumur BNG-081 di Struktur Benuang juga menunjukkan performa positif. Dibor selama 30 hari, sumur ini menghasilkan potensi produksi 264,4 BOPD dan 3,064 MMSCFD gas berdasarkan uji alir awal pada 20 Juli 2026.

Keberhasilan BNG-081 didukung interpretasi data 3D Seismik Karbela, yang sejak awal dirancang untuk membuka peluang pengembangan lapangan secara infill maupun ekstensif di kawasan Benuang dan sekitarnya.

Pjs. General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengungkapkan, hingga akhir Juli 2026 pihaknya telah berhasil menyelesaikan 40 sumur pengembangan sebagai bagian dari target besar perusahaan tahun ini.

“Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden untuk ketahanan energi. Kami pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi migas melalui pengeboran sumur infill di wilayah kerja,” kata Luthfi.

PHR Zona 4 menargetkan penyelesaian 83 sumur pengembangan hingga akhir 2026. Langkah tersebut diharapkan mampu menopang target produksi tahun ini sebesar 30.305 BOPD minyak dan 485,07 MMSCFD gas, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Keberhasilan tiga sumur infill ini menjadi sinyal bahwa optimalisasi lapangan migas yang telah lama berproduksi tetap menjadi salah satu kunci menjaga pasokan energi Indonesia. Di tengah semangat HUT RI ke-81, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan kerja keras di sektor hulu migas terus bergerak untuk mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat dalam energi.