Pendopo, Sumsel, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sukses mendongkrak produksi minyak Sumur BKT-056 di Lapangan Pendopo, Sumatera Selatan, melalui pekerjaan well services yang rampung jauh lebih cepat dari rencana.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dalam laporan yang disampaikan kepada jajaran pimpinan dan diceritakan kepada Ruangenergi.com, Jumat (7/8/2026), mengungkapkan bahwa pekerjaan well services di Sumur BKT-056 selesai pada 5 Agustus 2026 dengan hasil yang melampaui ekspektasi.
“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 telah berhasil melaksanakan kegiatan well services pada Sumur BKT-056. Berdasarkan hasil uji produksi pasca-pekerjaan, sumur ini menghasilkan 390 barel minyak per hari (BOPD), jauh di atas target 100 BOPD, atau meningkat hampir empat kali lipat. Sumur juga dapat langsung diproduksikan (put on production),” ujar Djoko.
Keberhasilan tersebut diperoleh setelah dilakukan penggantian downhole equipment dan observasi terbuka yang menghasilkan kondisi natural flow. Sebelum intervensi dilakukan, Sumur BKT-056 hanya memproduksikan sekitar 100 BOPD menggunakan sistem Artificial Lift SRP pada lapisan M1 di kedalaman 1.303–1.305 meter.
Tak hanya mencatat lonjakan produksi, pelaksanaan pekerjaan juga dinilai sangat efisien. Dengan menggunakan Rig PDSI#44.1 berkekuatan 350 HP, seluruh pekerjaan diselesaikan hanya dalam satu hari, jauh lebih cepat dibandingkan rencana awal selama empat hari.
Efisiensi juga tercermin dari sisi biaya. Total pengeluaran pekerjaan diperkirakan hanya sekitar Rp184,24 juta, atau 47,9 persen dari anggaran yang telah disetujui SKK Migas sebesar Rp370,53 juta.
Menurut Djoko, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan well services masih menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan produksi minyak nasional secara cepat dengan biaya yang relatif efisien.
“Peningkatan laju alir produksi ini diharapkan semakin memperkuat profil produksi migas di wilayah kerja PEP Zona 4, khususnya Lapangan Pendopo,” katanya.
Djoko juga mengungkapkan optimisme yang lebih besar. Hingga Desember 2026, industri hulu migas masih memiliki sekitar 15.000 kegiatan well services yang akan dilaksanakan di berbagai wilayah operasi.
“Semoga sisa kegiatan well services tahun ini juga mampu menghasilkan produksi yang berlipat ganda dari yang direncanakan. Insya Allah. Mari kita terus berdoa agar target lifting nasional dapat tercapai,” ujarnya penuh harap.
Dalam kesempatan itu, Djoko turut menyampaikan doa dan ucapan selamat ulang tahun kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang genap berusia 50 tahun pada 7 Agustus 2026.
“Semoga Bapak Menteri diberikan panjang umur, kesehatan, kesuksesan, keberkahan, dan kebahagiaan bersama keluarga. Aamiin,” tuturnya.
Keberhasilan Sumur BKT-056 menjadi bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui well services dapat menjadi senjata ampuh untuk mempercepat peningkatan produksi nasional. Dengan semangat kolaborasi SKK Migas dan Pertamina, optimisme mengejar target lifting kembali menguat.
“Bersama Kita BISA. Lifting Naik: BISA… BISA… BISA!”

