Pascabencana, Pemerintah Pastikan BBM Flores Tetap Aman

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Labuan Bajo, NTB, ruangenergi.com-Di tengah proses pemulihan pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat tetap aman.

Penguatan distribusi BBM terus dilakukan untuk memastikan energi tetap mengalir ke berbagai wilayah terdampak. Stok diperkuat, jalur distribusi dipulihkan, sementara pelayanan di SPBU, Pertashop hingga Agen Minyak Tanah terus dijaga.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, ketersediaan BBM di Labuan Bajo maupun wilayah Flores saat ini berada dalam kondisi cukup dan aman.

Hal itu disampaikannya saat meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/8/2026).

“Untuk kebutuhan BBM cukup dan aman,” kata Wahyudi.

Menurut dia, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari justru menjadi bagian penting untuk menjaga distribusi tetap berjalan secara berkelanjutan, terutama dalam situasi darurat.

Pasokan BBM untuk Flores antara lain diperkuat melalui FT Labuan Bajo, FT Reo, hingga dukungan dari FT Bima dan terminal lainnya.

“Diharapkan konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari, sehingga situasi saat terjadi emergency yang dilaksanakan dari FT Labuan Bajo, FT Reo, serta dari FT Bima, dan lainnya bisa dilakukan secara kontinu untuk mengamankan kebutuhan masyarakat di Flores,” ujarnya.

95 Penyalur Tetap Melayani

BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin juga terus melakukan build up stock, atau peningkatan persediaan BBM di tingkat penyalur.

Saat ini terdapat 95 penyalur BBM di wilayah Flores yang terdiri atas 56 SPBU, 22 Pertashop, dan 17 Agen Minyak Tanah.

Seluruh jaringan tersebut terus diupayakan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Penyaluran BBM terus ditingkatkan hingga stok di masing-masing penyalur, SPBU, Pertashop dan Agen Minyak Tanah terpenuhi dengan baik di setiap wilayah,” jelas Wahyudi.

Langkah ini menjadi penting mengingat BBM bukan hanya dibutuhkan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga menopang proses evakuasi, mobilitas bantuan, distribusi logistik, hingga pemulihan ekonomi setelah bencana.

Wahyudi pun meminta masyarakat tidak panik.

“Kami berharap seluruh masyarakat konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari agar tidak terlalu panik, kemudian semua terlayani dengan baik di masing-masing SPBU, Pertashop, dan Agen Minyak Tanah yang tersebar di Pulau Flores,” tegasnya.

Jalur Distribusi Mulai Pulih

Selain memperkuat stok, kelancaran distribusi BBM juga sangat bergantung pada kondisi infrastruktur transportasi.

Sejumlah jalur utama yang sempat terdampak bencana kini mulai dapat dilalui kembali. Kondisi tersebut membuat mobilisasi BBM dari FT Labuan Bajo dan FT Reo menjadi lebih lancar.

Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, beberapa jalur distribusi sebelumnya memang sempat terputus akibat bencana.

Namun, pemulihan akses yang berlangsung cepat membuat konektivitas antardaerah kembali terbuka.

“Sekarang jalur daratnya sudah jalan sehingga baik dari Reo, maupun dari Maumere, maupun dari Ende itu sudah terhubung,” ujar Doni.

Dengan kembali terhubungnya jalur darat tersebut, distribusi BBM dapat dilakukan lebih fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Tidak Ada Kekosongan BBM

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengapresiasi respons cepat Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan Elnusa Petrofin dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Menurutnya, keberlanjutan pelayanan BBM menjadi salah satu indikator penting dalam melihat efektivitas penanganan distribusi energi di wilayah terdampak.

“Sejauh ini, tidak ada pemberitaan terkait kekosongan BBM, artinya penanganan pascabencana dapat ditangani dengan baik,” kata Harya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Iwan Yudha Wibawa mengatakan, penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh.

Bukan hanya stok BBM yang diperhatikan, tetapi juga kesiapan personel, pemulihan sarana dan fasilitas, serta mitigasi terhadap kerusakan jalur distribusi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan energi tidak ikut terhenti ketika masyarakat Flores sedang menjalani masa pemulihan.

Bagi masyarakat di wilayah bencana, ketersediaan BBM bukan sekadar soal bahan bakar kendaraan. Di tengah situasi darurat, BBM menjadi energi penggerak berbagai aktivitas pemulihan—mulai dari mobilitas warga dan tenaga medis hingga distribusi bantuan dan logistik.

Karena itu, penguatan stok dan distribusi BBM di Flores menjadi bagian penting dari upaya menjaga roda kehidupan masyarakat tetap bergerak setelah bencana.