Konverter Kit LPG 3 Kg untuk Petani

Pemerintah Bagikan Konkit LPG 3 Kg ke Petani Sragen

Jakarta, Ruangenergi.com – Pemerintah memberikan paket mesin konverter kit (Konkrit) LGP 3 kg secara gratis kepada para petani untuk dapat terus menjalankan aktivitas demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasalnya, tahun ini, Pemerintah akan memberikan Konkrit LPG 3 kg di Provinsi, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu provinsi di Jawa Tengah yakni Sragen. Para petani memperoleh paket perdana Program Konversi BBM ke BBG Untuk Petani Sasaran Tahun 2019. Mereka merasakan manfaat penghematan yang cukup besar sejak menggunakan mesin konkit LPG 3 kg untuk mengairi sawahnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Sragen, Budiharto, mengatakan, dalam satu musim tanam, para petani merasakan penghematan sekitar Rp 1,32 juta dengan luas sawah sekitar 0,3 hektar.

“Dalam satu kali musim tanam atau sekitar 105 hari, para petani rata-rata mengairi sawah sebanyak 44 kali,” katanya dalam Pra Rakor Program Konversi BBM ke BBG Untuk Petani Sasaran Tahun 2020, di Yogyakarta, pekan lalu, (31/08).

ia menjelaskan, sekali mengairi yang dimulai pukul 06.00 hingga 14.00, pasalnya memerlukan BBM sekitar 5 liter atau Rp 50.000. Sementara jika menggunakan LPG 3 kg, cukup menggunakan 1 tabung saja yang dibeli rata-rata Rp 20.000.

“Penghematan yang diperoleh adalah Rp 30.000 dikali 44, jumlahnya Rp 1,32 juta,” tuturnya.

Perhitungan ini dengan rata-rata sawah yang dikelola petani Sragen luasnya 0,3 hektar. Dengan demikian, untuk sekitar 1 hektar sawah, penghematan bisa mencapai Rp 4 juta.

“Rata-rata BBM dibelinya di pengecer, sekitar Rp 10.000 per liter. Kalau LPG 3 kg harganya Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per tabung. Penghematan Rp 30.000 sekali mengairi, itu besar artinya bagi petani. Menggunakan LPG 3 kg jelas lebih murah,” imbuh Budiharto.

Menurutnya, pengairan sawah terutama dilakukan dalam 3 tahap. Pertama, pada tahap awal penanaman.

Kedua, masa pembentukan bunga yaitu di ukur 1,5 bulan. Ketiga, periode pematangan di umur 70 hari.

“Di waktu-waktu tersebut, pengairan banyak dilakukan,” jelas Budiharto.

Tercatat, pada tahun 2019, Petani Kabupaten Sragen mendapat 350 paket perdana. Daerah lain yang juga memperoleh paket adalah 350 paket bagi petani di Klaten, 50 paket untuk petani di Malang dan 250 paket bagi petani di Bantul.

BACA JUGA  Menteri ESDM Tinjau Progress Pembangunan Smelter Freeport

Adapun para petani penerima paket perdana harus memenuhi persyaratan, di antaranya :

1. Petani pemilik lahan dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar. Untuk transmigrasi, maksimal 2 hektar dengan menunjukan dokumen kepemilikan lahan.

2. Memiliki identitas petani yang direkomendasikan oleh Kepala Desa/ Camat dan disahkan oleh Kepala Daerah dan atau Kepala Dinas Pertanian setempat.

3. Memiliki identitas KTP, KK dan Kartu Tani.

4. Memiliki pompa air dengan mesin pengerak lebih kecil 6,5 HP.

5. Belum pernah menerima bantuan yang sejenis (mesin pompa air).

6. Mesin pompa air yang dimiliki berbahan bakar bensin.

Paket perdana yang diberikan kepada petani terdiri dari 1 unit mesin, 1 buah tabung LPG 3 kg dan 1 set konverter kit beserta asesorisnya. Paket ini diberikan Pemerintah secara gratis.

Terkait persyaratan tersebut, Budiharto mengusulkan agar para petani di Sragen yang tidak memiliki mesin pompa BBM, juga mendapat kesempatan untuk memperoleh paket perdana ini.

“Banyak petani kami yang luas sawahnya kecil-kecil, misalnya 0,15 hektar, tidak memiliki pompa mesin BBM. Sehingga mereka tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan paket perdana konkit LPG 3 kg. Padahal mereka juga memerlukannya untuk mengairi sawah. Kami mengusulkan agar para petani tersebut bisa mendapatkannya juga,” tumas Budiharto.

Sementara, dikesempatan yang sama, perwakilan pemerintah dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM), Safri Yanto, meminta dukungan Pemda dalam pembagian paket perdana ini.

“Memastikan daftar nama calon penerima, menyiapkan lokasi pembagian, menyiapkan sarana dan prasarana seperti gudang penyimpanan, listrik, meja dan kursi, tempat untuk merakit dan tempat untuk mencoba paket konversi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk tahun 2020, Pemerintah akan membagikan 10.000 unit paket perdana konversi BBM ke LPG 3 kg di 6 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *