London, UK, ruangenergi.com-Perusahaan energi patungan Searah Ltd resmi mengamankan fasilitas kredit bergulir (Revolving Credit Facility/RCF) senilai US$6 miliar.
Pendanaan jumbo ini menjadi langkah perdana Searah memasuki pasar pinjaman internasional sekaligus memperkuat amunisi finansial untuk mempercepat ekspansi bisnis migas di Indonesia dan Malaysia.
Minat lembaga keuangan global terhadap transaksi ini terbilang luar biasa. Nilai komitmen yang masuk bahkan melampaui nilai fasilitas yang ditawarkan (oversubscribed), sehingga melibatkan 20 bank internasional, di antaranya Banco Santander, Barclays, Citi, HSBC, J.P. Morgan, MUFG, Mizuho, SMBC, UniCredit hingga Wells Fargo. J.P. Morgan juga bertindak sebagai Debt Advisor yang mendampingi Searah dalam menyusun struktur pembiayaan hingga transaksi rampung.
Bagi Searah, fasilitas kredit ini bukan sekadar tambahan likuiditas. Dana tersebut akan menjadi fondasi penting untuk mempercepat pengembangan portofolio aset produksi dan proyek-proyek migas di Indonesia serta Malaysia, sekaligus mendukung pencapaian target produksi jangka menengah dan rencana investasi yang lebih luas.
Keberhasilan memperoleh fasilitas kredit bernilai besar dari pasar internasional juga mencerminkan tingginya kepercayaan perbankan global terhadap profil kredit, posisi strategis, dan kemampuan eksekusi bisnis Searah. Dengan platform pendanaan yang lebih kuat dan fleksibel, perusahaan optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang, meningkatkan keunggulan operasional, serta memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi di Asia Tenggara.
Searah sendiri merupakan perusahaan patungan PETRONAS dan Eni, masing-masing dengan kepemilikan 50 persen. Perusahaan ini mengelola 19 aset migas, terdiri atas lima aset di Malaysia dan 14 aset di Indonesia. Pembentukan Searah ditujukan untuk mengoptimalkan nilai portofolio kedua perusahaan sekaligus mempercepat pengembangan energi yang berkelanjutan di kawasan.


