Indonesia Jajaki Kerjasama Ethanol Dengan Amerika Serikat

Jakarta,ruangenergi.com-Pemerintah Indonesia menjajaki kemungkinan kerjasama pengembangan ethanol dengan Pemerintah Amerika Serikat.

Ruangenergi.com mendapatkan informasi bahwa ada keseriusan Pemerintah Indonesia menjajaki kerjasama dengan Amerika Serikat untuk ethanol.Keseriusan pembahasan ini sedang digodok di level kementerian. Kerangka besar kerjasama perdagangan sudah dibahas. Namun untuk ethanol dari Amerika Serikat belum secara spesifik dibicarakan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

“Secara spesifik untuk Ethanol, belum ada pembicaran di level Kementerian Esdm.Mungkin dalam kerangka besar kerjasama perdagangan ini sudah dibahas, khusus untuk ethanol dengan KESDM, belum ada pembicaraan,”kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana kepada ruangenergi.com,Senin (25/01/2021) di Jakarta.

Dalam catatan ruangenergi.com,Amerika Serikat adalah produsen bahan bakar etanol terbesar di dunia sejak tahun 2005. Amerika Serikat memproduksi 13,2 miliar galon AS bahan bakar etanol pada tahun 2010, dan bersama dengan Brasil, kedua negara ini adalah produsen 88% etanol dunia pada tahun itu.

Bahan bakar etanol di Amerika Serikat umumnya digunakan sebagai oksigenat bensin dalam campuran rendah sampai 10%. Sebagian lagi digunakan untuk bahan bakar E85 yang digunakan oleh kendaraan bahan bakar fleksibel. Pada tahun 2009, dari semua etanol yang dikonsumsi, 99%nya dipakai dalam bentuk gasohol. Kebanyakan bahan bakar etanol di Amerika Serikat menggunakan jagung sebagai bahan pokoknya.

BACA JUGA  Kunci Sukses Pembangunan Kilang Mini Dekat Dengan Sumber

Indonesia sebelumnya juga mengumumkan kerjasama dengan Pemerintah Brasil untuk kembangkan ethanol.Pemerintah Indonesia dan Brasil sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang perdagangan dan investasi. Melalui Forum Konsultasi Bilateral ke-7 yang digelar pada 16 Desember 2020,dimana kedua negara memasuki babak baru dalam hubungan kemitraan strategisnya.

“Indonesia dan Brasil sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara, kerja sama pertahanan serta isu-isu yang menjadi perhatian bersama, antara lain, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global serta peran vital digital economy dan green economy (penurunan emisi gas rumah kaca dan ketergantungan bahan bakar fosil) di masa pandemi,” tulis Kementerian Luar Negeri dalam keterangan tulisnya.

Indonesia dan Brasil juga sepakat untuk menjajaki kerja sama di bidang biofuel; Brasil merupakan produsen etanol terbesar kedua di dunia, sementara Indonesia mengembangkan biodiesel dengan kelapa sawit.

Selain membahas isu-isu kerja sama bilateral, kedua negara juga membahas isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, antara lain Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, perundingan perjanjian perdagangan Indonesia–MERCOSUR, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), dan Forum Bisnis Indonesia–Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *