Amerika Serikat, ruangenergi.com – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) paparkan keandalan bisnis PTK pada rangkaian kunjungan ke sejumlah pelaku bisnis global di ajang U.S. Trade Mission on Port Modernization Technologies, yang dilaksanakan di beberapa wilayah Amerika Serikat, pada 1-14 Agustus 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin dan pengambil keputusan dari berbagai perusahaan dan institusi di sektor kepelabuhanan dan maritim Indonesia dengan pelaku industri global, sebagai langkah jejaring strategis.
Pada program tersebut, Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono menjadi bagian dari delegasi, turut berdiskusi dengan berbagai institusi pemerintah, otoritas pelabuhan, pelaku industri maritim, serta perusahaan teknologi Amerika Serikat.
“Melalui partisipasi PTK pada U.S. Trade Mission on Port Modernization Technologies, kami dapat menjalin jejaring dengan berbagai lembaga di industri maritim, kepelabuhan dan teknologi global. PTK berharap, rangkaian kegiatan ini semakin mendukung pengembangan dan transformasi layanan PTK yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing,” jelas Yudi.
Yudi mengapresiasi sinergi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C untuk Indonesia yang turut membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sektor kepelabuhanan dan maritim Indonesia.
Salah satu kegiatan yakni pertemuan Direktur Operasi PTK Yudi Wibisono dengan Chief Executive Officer (CEO) Port of Los Angeles (LA), Gene Saroka. Port of LA merupakan pelabuhan peti kemas tersibuk di Amerika Serikat.
Selain itu, diskusi dengan para pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan dan maritim Indonesia–Amerika Serikat, di kantor U.S. Trade and Development Agency (USTDA).
“Program ini menjadi kesempatan strategis bagi PTK untuk memperoleh wawasan dan referensi langsung mengenai penerapan teknologi modernisasi pelabuhan, digitalisasi, keselamatan dan efisiensi operasi, serta pengembangan infrastruktur maritim,” jelas Yudi.
Yudi menambahkan, partipasi PTK pada program merupakan komitmen PTK untuk terus memperkuat kapabilitas perusahaan, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan layanan maritim yang semakin modern, efisien, dan berdaya saing.

