Pertahankan Zero Fatality Selama 3 Tahun Terakhir, RMKE Lanjutkan Implementasi Program K3

Jakarta, ruangenergi.comPT RMK Energy Tbk (RMKE) berhasil mempertahankan zero Fatality Frequency Rate (FFR) & Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) pada tahun 2022, yang berarti tidak ada fatality dan jam kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja dari setiap satu juta jam
kerja operasional.

Perseroan akan terus berupaya mempertahankan pencapaian kinerja kuantitatif program Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) ini dengan melaksanakan pengelolaan keselamatan kerja,
diantaranya mengadakan sosialisasi, pelatihan serta evaluasi untuk memastikan lingkungan kerja yang kondusif bagi pegawai.

Pada awal tahun 2023 ini, RMKE turut berpartisipasi menyemarakkan pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) di area kerja Sumatera Selatan dengan mengusung tema yang sama yaitu “Terwujudnya Pekerjaan Layak yang Berbudaya K3 Guna Mendukung Keberlangsungan Usaha di Setiap Tempat Kerja.

Pelaksanaan BK3N pada tahun ini diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis,
implementatif dan promotif selama periode 12 Januari – 12 Februari 2023. Selain itu, berbagai pelatihan K3 juga diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan seluruh karyawan RMKE Grup dalam menangani kondisi darurat seperti pelatihan Pertolongan Pertama
Gawat Darurat (PPGD) dan cerdas cermat dengan tema Keselamatan Pertambangan dan Lingkungan Hidup (KPLH).

BACA JUGA  Menteri ESDM Minta Patriot Energi Identifikasi dan Maksimalkan Potensi Energi Daerah 4T

Anak usaha RMKE, PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), juga aktif mempromosikan kegiatan BK3N 2023 ke masyarakat di sekitar area kerja melalui kegiatan “Goes to School”.

Direktur Operasional PT RMK Energy Tbk, William Saputra mengatakan manajemen RMKE berkomitmen untuk selalu mengutamakan implementasi K3 dalam setiap aktivitas operasional mulai dari hulu ke hilir dengan mengadakan briefing rutin, sosialisasi, pelatihan serta
evaluasi untuk memastikan lingkungan kerja yang kondusif bagi pegawai.

“Harapan manajemen kedepannya dengan penyelenggaraan kegiatan ini, semua pihak dapat melakukan upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing dengan berpartisipasi dalam program-program KPLH, sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat kerja,” tambah William.

PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi tercatat di PT Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Perseroan bergerak di bidang pelayanan jasa
logistik batubara yang meliputi bongkar muat batubara melalui jalur kereta api di
Sumatera Selatan, jasa pelabuhan batubara, serta penjualan batubara dari tambang
in-house dan pihak ketiga. Perseroan memiliki beberapa fasilitas di Sumatera Selatan
seperti Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, hauling road
sepanjang 8 km, Pelabuhan Musi 2 dan tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *