peta wk rokan

Pertamina Berharap Chevron Segera Bor di Blok Rokan

Jakarta,RuangEnergi.comPT Pertamina (Persero) berharap dengan dilakukan penandatanganan HoA for Driling and Abandonment and Site Restoration dan Amandemen Kontrak Kerja Sama WK Rokan bisa mempercepat pelaksanaan pemboran sumur baru.

Melalui pemboran sumur baru di blok Rokan, Pertamina berharap bisa mengurangi penurunan laju produksi dan proses transisi dalam semua bidang dapat berjalan baik.

“Pertamina Hulu Rokan berharap bahwa dengan tandatangan HoA tsb program penanganan TTM dan ASR ke depan dapat segera disusun sesuai kesepakatan HoA, CPI dapat segera melaksanakan pemboran sumur baru utk mengurangi laju penurunan produksi, dan proses transisi Rokan dalam semua bidang dapat berjalan lebih baik,” kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman ketika dihubungi ruangenergi.com,Senin (28/9/2020) di Jakarta.

Penandatanganan HoA for Driling and Abandonment and Site Restoration dan Amandemen Kontrak Kerja Sama WK Rokan via video conference dilakukan dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dihadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pada Senin (28/9/2020).

Dalam catatan ruangenergi.com,Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya mempercepat transfer data eksplorasi dan eksploitasi lapangan utama agar bisa segera menyiapkan kegiatan pemboran 44 sumur di Blok Rokan.

Pertamina menargetkan dapat segera melakukan pemboran tersebut setelah masa peralihan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PHR pada 9 Agustus 2021.

BACA JUGA  PHE WMO Sukses Pasang Anjungan Lepas Pantai PHE-12

Komunikasi Intensif

Direktur Utama PHR RP Yudantoro mengatakan, PHR terus melakukan komunikasi intensif ke pihak CPI agar transisi berjalan lancar sehingga bisa menjaga produksi di Blok Rokan dan menahan natural decline rate atau penurunan alamiah dengan melakukan pemboran sesuai target.

“PHR akan memastikan persiapan pemboran pada Agustus sampai Desember 2021 dapat berjalan lancar, karenanya terus dilakukan komunikasi intensif dengan CPI agar proses transfer data, informasi prosedur (SOP) maupun penyiapan lahan dapat berjalan cepat, tanpa kendala yang berarti,’ ujar Yudantoro dalam keterangan tertulis 21 September 2020,di Jakarta.

Selain itu, lanjut Yudantoro, saat ini kegiatan transisi yang tengah dilaksanakan antara lain proses konstruksi penggantian pipa “trunk line” sepanjang kurang lebih 364 km yang membawa minyak mentah dari lapangan Rokan ke tangki penampungan di Dumai, yang selanjutnya dapat menjadi supplai untuk proses pengolahan produk di Kilang Pertamina Dumai.

Yudantoro menambahkan, PHR juga tengah mempersiapkan transisi pekerja Chevron yang nantinya akan diberdayakan di PHR maupun di Pertamina sesuai ketentuan yang berlaku, seperti pekerja di blok alih kelola lainnya yang sudah pernah ditangani Pertamina sebelumnya.

“Dengan dukungan seluruh stakeholder, kita semua berharap transisi di Blok Rokan bisa berjalan dengan baik sehingga bisa menjaga produksi migas untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional,” pungkas Yudantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *