Pertamina Drilling Go International, Bawa Strategi DEI ke Kinabalu

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Kinabalu, Malaysia, ruangenergi.com— Keberagaman di tempat kerja kini tak lagi sekadar isu sumber daya manusia. Bagi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Diversity, Equity & Inclusion (DEI) justru ditempatkan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kinerja sekaligus keberlanjutan bisnis.

Pesan tersebut dibawa Pertamina Drilling ke panggung internasional melalui kehadiran Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, sebagai pembicara dalam The 53rd Artdo International Conference Program di Kinabalu, Sabah, Malaysia, 8 September 2026.

Dalam konferensi yang mengusung tema “Leadership Excellence for Future Readiness” itu, Abimanyu memaparkan materi bertajuk “Fostering Diversity, Equity & Inclusion for Excellent Performance at Pertamina Drilling.”

Forum tersebut mempertemukan lebih dari 250 delegasi dari lebih dari 20 negara yang tersebar di empat benua. Sebanyak 26 pemimpin industri, pengambil kebijakan perusahaan, dan pakar internasional turut berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan serta pengembangan talenta untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Di hadapan peserta konferensi, Abimanyu menegaskan bahwa DEI di Pertamina Drilling bukan sekadar program yang berada di bawah fungsi human capital.

Menurut dia, keberagaman, kesetaraan, dan inklusi telah menjadi bagian dari strategi Environmental, Social and Governance (ESG) perusahaan.

“Komitmen kami terhadap Diversity, Equity & Inclusion (DEI) merupakan bagian fundamental dari strategi ESG Pertamina Drilling. Kami memastikan keberagaman perspektif dapat memberikan kontribusi dalam membentuk inisiatif lingkungan, dampak sosial, serta praktik tata kelola perusahaan,” ujar Abimanyu.

Bagi Pertamina Drilling, keberagaman perspektif menjadi salah satu modal dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Lingkungan kerja yang inklusif memungkinkan karyawan dengan latar belakang dan sudut pandang berbeda untuk berkontribusi secara lebih optimal.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah target dan program pengembangan sumber daya manusia.

Pertamina Drilling, antara lain, menargetkan 10% perempuan berada dalam posisi leadership dan 10% perempuan dalam workforce. Perusahaan juga mendorong peningkatan kapabilitas karyawan melalui 300 jam pembelajaran, serta memperkuat retensi dengan target tingkat turnover karyawan di bawah 5%.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa DEI ditempatkan dalam satu rangkaian dengan agenda pengembangan talenta dan penguatan organisasi.

Bagi perusahaan jasa pengeboran yang bergerak dalam industri energi dengan karakter pekerjaan dan tantangan yang dinamis, pengelolaan manusia menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kesinambungan operasional dan kinerja.

Keikutsertaan Pertamina Drilling dalam forum internasional di Malaysia sekaligus menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan human capital Indonesia di hadapan komunitas profesional global.

Lebih jauh, forum tersebut memperkuat pesan bahwa keberagaman, kesempatan yang setara, dan budaya kerja inklusif tidak hanya berbicara mengenai komposisi tenaga kerja.

Ketiganya dapat menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih adaptif, membuka ruang bagi beragam perspektif, dan pada akhirnya mendukung kinerja serta keberlanjutan bisnis.

Dengan membawa praktik DEI ke forum internasional, Pertamina Drilling menunjukkan bahwa agenda pengembangan manusia ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan menuju organisasi yang semakin siap menghadapi perubahan dunia kerja.