Wow! PHR Perkuat “Jantung” Rokan, Fasilitas Baru Siap Tekan Kehilangan Produksi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Duri, Riau, ruangenergi.com— Menjaga produksi minyak bukan hanya soal mengebor sumur baru. Di balik setiap barel minyak yang mengalir, ada infrastruktur produksi yang harus terus dijaga, diperkuat, dan ditingkatkan kapasitasnya.

Langkah itulah yang kini digenjot PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Zona Rokan. Salah satunya melalui pengoperasian New Water Injection Pump (WIP) di Pematang Gathering Station (GS) yang meningkatkan kapasitas injeksi air hingga 2 x 40.000 barel air per hari (BWPD).

Fasilitas baru tersebut resmi beroperasi dan ditandai melalui kegiatan bertajuk “Expanding Capacity for Stronger Future” di Duri, Jumat (25/9/2026).

Bagi PHR, proyek ini bukan sekadar menambah kapasitas fasilitas. Penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi mempertahankan keandalan operasi sekaligus mengoptimalkan potensi produksi Lapangan Pematang.

Dengan beroperasinya New WIP Pematang GS, kapasitas dan keandalan fasilitas produksi diharapkan meningkat sehingga dapat menekan Loss Production Opportunity (LPO) di Lapangan Pematang.

Penguatan fasilitas produksi di Zona Rokan tidak berhenti di Pematang.

Pada momentum yang sama, PHR juga menyampaikan penyelesaian sejumlah proyek peningkatan fasilitas lainnya, antara lain Pungut GS Upgrade dan New Gas Boot Pematang.

Proyek-proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan fasilitas dalam mengolah production fluid sekaligus memperbesar kapasitas water injection.

Dengan fasilitas yang lebih andal, proses operasi di lapangan diharapkan berjalan lebih optimal. Pada akhirnya, keandalan fasilitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi minyak dari WK Rokan.

Operation Head Project & Technical Engineering PHR, Pramudyana Agus Harlianto, mengatakan peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan operasi dan mengoptimalkan potensi yang ada di Zona Rokan.

“Setiap peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan operasi. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak serta dukungan dari SKK Migas,” ujar Pramudyana.

Menurut dia, sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Pesan serupa disampaikan Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut, Muhammad Rochaddy Lubis.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.

“Peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi. Kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung penyelesaian proyek ini,” katanya.

Bagi PHR, penguatan fasilitas produksi memiliki arti lebih luas dari sekadar pembangunan infrastruktur.

Fasilitas yang andal menjadi fondasi agar operasi lapangan dapat terus berjalan secara optimal. Ketika kapasitas pengolahan dan injeksi meningkat, ruang untuk mengoptimalkan aset produksi yang sudah ada juga semakin terbuka.

Di tengah tantangan mempertahankan produksi minyak nasional, optimalisasi aset eksisting menjadi bagian penting dari strategi hulu migas.

WK Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.

Wilayah kerja yang dikelola PHR tersebut membentang sekitar 6.200 kilometer persegi di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di dalamnya terdapat sekitar 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, dan 35 gathering station.

Karena itu, menjaga keandalan fasilitas produksi menjadi pekerjaan yang tidak pernah berhenti.

Setiap pompa, pipa, gathering station, hingga fasilitas pengolahan memiliki peran dalam memastikan minyak dari sumur dapat terus mengalir menuju fasilitas berikutnya.

Dalam konteks inilah proyek New WIP Pematang, Pungut GS Upgrade, dan New Gas Boot Pematang menjadi bagian dari mata rantai panjang menjaga produksi Zona Rokan.

PHR menyebut keberhasilan proyek-proyek tersebut juga tidak lepas dari kolaborasi lintas fungsi, mulai dari Project & Technical Engineering, Operation & Maintenance, hingga para mitra kerja dan dukungan SKK Migas.

Semangat “Expanding Capacity for Stronger Future” pun menjadi pesan bahwa ketahanan energi tidak selalu dibangun dari penemuan lapangan baru.

Kadang, ketahanan energi justru dimulai dari kemampuan memperpanjang umur aset, meningkatkan kapasitas fasilitas, mengurangi potensi kehilangan produksi, dan memastikan setiap fasilitas yang sudah ada bekerja semakin optimal.

Dari Pematang dan Pungut, PHR ingin memastikan “jantung” produksi Zona Rokan tetap berdetak kuat—menopang keberlanjutan produksi minyak sekaligus memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional.