Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Upaya peningkatan peran masyarakat lokal dalam industri hulu migas kembali mendapat sorotan positif. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi kinerja PetroChina dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di wilayah kerja Jabung.
Djoko menyampaikan bahwa kontribusi PetroChina tidak hanya terlihat dari sisi operasional, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan daerah. “Alhamdulillah, 85% tenaga kerja di PetroChina berasal dari tenaga lokal dan ratusan miliar rupiah berkontribusi untuk daerah,” ujarnya seperti diceritakan kepada ruangenergi.com.
Informasi yang diterima SKK Migas menunjukkan bahwa komitmen PetroChina terhadap pemberdayaan masyarakat lokal cukup signifikan. Di wilayah Jabung, sekitar 85% tenaga kerja perusahaan berasal dari Provinsi Jambi, dengan partisipasi kuat dari masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Tak hanya itu, perusahaan juga aktif menjalankan program CSR di bidang pendidikan. Sepanjang tahun lalu, PetroChina mengalokasikan lebih dari Rp1,6 miliar untuk berbagai program, mulai dari pemberian beasiswa bagi pelajar SMA dan mahasiswa, penyediaan perlengkapan sekolah, hingga pelatihan peningkatan kapasitas bagi kepala sekolah.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah penghasil migas. Selain menciptakan lapangan kerja, program pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta lokal yang kompetitif dan berkelanjutan.
Djoko menambahkan, sinergi antara industri hulu migas dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan operasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi daerah. “Inisiatif seperti ini sangat inspiratif dan perlu terus diperkuat,” katanya.
Dengan kontribusi yang terus meningkat, kehadiran PetroChina di Jabung diharapkan tidak hanya menjadi penggerak sektor energi, tetapi juga motor pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.


