PGN

PGN Penuhi Kebutuhan Gas PLTMG Baloi Batam

Jakarta, Ruangenergi.com – Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz mengatakan, PGN sebagai subholding gas dan bagian dari Holding PT Pertamina (Persero), berkomitmen menjadikan sektor listrik sebagai satu dari program prioritas PGN.

“Dari segi volume, sektor kelistrikan memiliki porsi penyerapan gas bumi yang paling besar, karenanya PGN terus mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan gas bumi untuk kehandalan energi listrik seluruh wilayah di Indonesia serta untuk menciptakan clean dan green energy,” kata Faris dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta Kamis (13/10/2021).

Menurut dia, salah satu yang dilakukan Subholding Gas Pertamina itu adalah memenuhi kebutuhan gas Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Baloi dengan pembangunan infrastruktur pipa sepanjang 100 kilometer sebagai upaya mendukung ketahanan listrik di Pulau Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.

Faris menyatakan, bahwa PGN memegang komitmen untuk memberikan keandalan suplai gas, mengingat kebutuhannya dipakai untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.

“Beroperasinya PLTMG Baloi akan menambah produksi listrik sampai dengan 30 MW mulai Desember 2021 dan mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak,” tukasnya.

“Dalam rangka Pertamina Go Sustainable untuk mendukung ketahanan sektor kelistrikan, melalui PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina, telah memenuhi kebutuhan gas untuk PLTMG Baloi, Batam melalui infrastruktur pipa baja sepanjang 100 meter ke PLTMG Baloi, yang dapat diselesaikan dalam waktu empat minggu,” paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa PLTMG Baloi yang dibangun pada Maret 2021 merupakan bagian dari PT PLN Batam yang akan menopang sistem kelistrikan di wilayah Batam dan Bintan.
Kebutuhan volume gas bumi secara bertahap dan pada triwulan IV 2021 sebesar 1 – 5 BBTUD.

“Rencananya penyaluran gas perdana dilakukan pada akhir September 2021 dan bersumber dari ConocoPhilips (Grissik) Ltd. (CPNGL), dengan harga gas sesuai Kepmen ESDM 135/ 2021,” tukasnya.

Menurut dia, sdanya kebijakan harga dari pemerintah sesuai ESDM 135/ 2021, diharapkan dapat teralokasi secara maksimal dan dapat merasakan benefit-nya secara nyata.

“Khususnya untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan tenaga listrik, sehingga dapat fokus meningkatkan kapasitas untuk melayani masyarakat,” tutup dia.(SF)

BACA JUGA  Respon Komisi VII Terkait Rencana Diversifikasi Pemanfaatan Energi Gas untuk Pembangkit Listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *