Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Pembangunan infrastruktur gas bumi nasional memasuki babak penting. Pipa transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem) sepanjang sekitar 541 kilometer kini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan progres pembangunan mencapai sekitar 30 persen.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan perkembangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).
“Selanjutnya saat ini sedang dibangun adalah penyelesaian pipa transmisi Dumai Sei Mangkei sepanjang 541 km. Dan ini sudah berprogres, progresnya sampai dengan saat ini adalah sekitar 30 persen,” ujar Laode dalam rapat tersebut.
Menurut Laode, proyek Dusem bukan sekadar pembangunan pipa sepanjang ratusan kilometer. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari puzzle besar konektivitas jaringan gas bumi nasional, khususnya untuk menghubungkan sistem transmisi di Sumatera dengan jaringan gas di Pulau Jawa.
Target Rampung Awal 2028
Pemerintah menargetkan pembangunan Dusem dapat diselesaikan pada awal 2028.
“Insya Allah di tahun 2028 awal pipa Dumai Sei Mangkei ini sudah dapat kita selesaikan,” kata Laode.
Jika Dusem rampung dan tersambung dengan jaringan pipa yang telah dibangun di Jawa, maka terbuka peluang terbentuknya koridor transmisi gas bumi dari Aceh hingga Jawa Timur.
Laode menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap I dan II. Cisem Tahap I sepanjang sekitar 60 kilometer telah selesai pada 2023, sedangkan Cisem Tahap II sepanjang sekitar 240 kilometer juga telah rampung pada 2026.
Dengan demikian, Dusem menjadi salah satu kepingan terakhir yang dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas jaringan gas bumi lintas wilayah.
Gas Tak Lagi Terjebak di Satu Wilayah
Laode menggambarkan manfaat konektivitas tersebut cukup besar. Ketika jaringan pipa sudah tersambung, distribusi gas bumi tidak lagi hanya mengandalkan jalur-jalur yang berdiri sendiri.
“Dan apabila pipa ini sudah terhubung, maka pipa transmisi besar mulai dari Aceh sampai dengan Jawa Timur untuk gas bumi sudah tersedia dan pola pengiriman gasnya dapat dilakukan di setiap titik pipa-pipa ini berada,” tuturnya.
Artinya, jaringan pipa nasional nantinya dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengalirkan gas dari wilayah sumber menuju pusat-pusat konsumsi, termasuk kawasan industri.
Kementerian ESDM sebelumnya menyebut proyek Dusem memiliki panjang sekitar 541,8 kilometer dan dirancang dengan kapasitas penyaluran sekitar 109,2 MMSCFD. Proyek tersebut juga dibangun menggunakan pendanaan APBN dan terbagi dalam dua segmen utama.
Membangun “Jalan Tol” Gas Bumi Nasional
Pembangunan Dusem pada akhirnya bukan hanya soal mengejar penyelesaian proyek fisik. Pemerintah tengah membangun apa yang bisa disebut sebagai “jalan tol” bagi gas bumi nasional.
Jaringan yang semakin terhubung akan memberi pilihan lebih banyak dalam mengalirkan gas ke kawasan industri, sektor komersial maupun masyarakat. Pemerintah sendiri menegaskan pembangunan infrastruktur transmisi gas ditujukan untuk memperluas akses terhadap gas bumi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Jika target awal 2028 terealisasi, maka jaringan transmisi gas bumi yang membentang dari Aceh hingga Jawa Timur bukan lagi sekadar rencana di atas peta.
Pipa-pipa itu akan menjadi urat nadi baru sistem gas bumi Indonesia.


