Pipa Gas Tua PHE OSES Perlu Segera Diganti

Jakarta,RuangEnergi.com– Pipa gas tua yang ada di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) perlu diganti baru ketimbang diperbaiki.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang melakukan study lebih komprehensif untuk bisa rejuvenate (ganti baru) daripada tambal sulam pipa tua milik PHE OSES.

“SKK Migas  minta study dulu ke PHE OSES. Kalau nanti tidak ekonomis ya dicari cara lain…sedang melakukan study lebih komprehensif untuk bisa rejuvenate (ganti baru) daripada tambal sulam,” kata petinggi SKK Migas kepada ruangenergi.com,Selasa (15/9/2020) di Jakarta.

Ruangenergi mendapatkan info bahwa Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendaptkan laporan adanya unplanned shutdown (penghentian sementara) kegiatan operasi di Pertamina Hulu Offshore South East Sumatera (OSES).

Ada kejadian kebocoran kecil di subsea pipeline di PHE OSES menyebabkan SKK Migas memerintahkan sumur dimatikan.

Kejadian 8 Mei 2020

Kejadian di PHE OSES pada 8 Mei 2020, terjadi bubbles pada pipa 16 inchi. Kemudian pada 12 Mei 2020, terjadi leaking di pipa 16 inchi riser outgoing WIDH-WIDC. Semua masih dalam proses perbaikan. Lanjut pada 16 Mei terjadi permasalahan di kabel PABL-Ramp 1 dan Ramp 2, partial blackout di empat platform.

BACA JUGA  PGN Sigap Tanggapi Keluhan Warga Surabaya Soal Bau Gas

Kesemuanya dalam proses perbaikan. Blok South East Sumatera (SES) masuk dalam jajaran lima besar blok yang menyumbang lifting minyak nasional tahun ini.

Blok SES resmi beralih ke Pertamina terhitung sejak pukul 00.00 WIB, Kamis (6/9/2018). Wilayah Kerja ini dioperasikan PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES). Sebelumnya, blok ini dikelola perusahaan asal Tiongkok, CNOOC SES Ltd. PHE OSES menggunakan skema kontrak gross split di blok ini. Dalam kontrak baru ini, PHE OSES mendapatkan bagi hasil sebesar 68,5 persen untuk produksi minyak dan 73,5 persen gas bumi. Bagian tersebut sudah mengacu Peraturan Menteri ESDM No. 52 tahun 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *