Produk Mandiri Art Shop Diminati Ekspatriat Hingga Presiden

 

Jakarta, Ruangenergi.com – Dalam menjalankan Program Kemitraan, PT Pertamina (Persero) menjadikan Go Global sebagai salah satu fokus tujuan pembinaan yang dilakukan untuk mengembangkan UMKM binaannya.

Seluruh mitra binaan bakal didorong agar mampu memasarkan produknya ke mancanegara seperti yang sudah dilakukan oleh Triyono, salah satu UMKM binaan Pertamina pemilik usaha Mandiri Art Shop ini.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, upaya Go Global UMKM mitra binaan Pertamina dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti yang dilakukan pemilik usaha Mandiri Art Shop ini, Triyono. Selain itu juga terdapat upaya lain yang telah disusun dalam Program Kemitraan.

”Terdapat business forum dan business matching dengan buyer asing untuk memperkenalkan produk UMKM kita ke pembeli asing,” ujar Fajriyah di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Sebelum itu, kata Fajriyah, biasanya Pertamina akan memberi perhatian lebih pada pembinaan dasar terlebih dahulu. Seperti membantu dapat pengurusan izin usaha atau sertifikat lain. Setelah itu mendorong dari UMKM tradisional menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.

”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Fajriyah.

 

Sementara Triyono, pemilik usaha yang berbasis di Kemang Timur, Jakarta Selatan yang bergerak di bidang furnitur kayu dan kerajinan tembaga itu mengungkapkan, bahwa hampir seluruh produknya didesain dengan karakter khusus dan mempunyai ciri khas tersendiri. Seperti perabot rumah tangga yang dipadukan dengan ukiran bertemakan budaya lokal seperti wayang dan batik.

”Pada tahun 2016 lalu, produk kaleng kerupuk, gelas, dan ring serbet pernah di beli langsung oleh Presiden Joko Widodo saat pameran. Kemudian beberapa hari setelahnya saya juga mengantarkan barang langsung ke bagian rumah tangga Istana Kepresidenan,” papar Triyono.

Kualitas produk karya Triyono memang tidak perlu diragukan lagi. Sejak memulai bisnisnya pada tahun 1994 lalu, ia sudah mengedepankan mutu yang bagus untuk setiap produknya. Memang, pada awal berwirausaha, Triyono tidak membuat produknya sendiri. Melainkan dengan menjual kembali kerajinan yang berasal dari Bali, Lombok, dan Yogyakarta.

BACA JUGA  Pertagas Usulkan FID Pipa Transmisi Minyak

Lingkungan tempat tinggal yang didominasi oleh warga ekspatriat, membuat dirinya banyak bergaul dengan banyak orang dari mancanegara.

”Saya mengikuti beberapa bazar yang diadakan para ekspatriat ini. Akhirnya dapat pelanggan tetap dari mancanegara. Ada dari Amerika, Kanada, Inggris, sama India sampai Jepang. Katanya sih mereka sangat suka dengan gelas dan nilai seninya cukup tinggi,” ujar Triyono.

Informasi itu pun menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut. Hingga banyak warga asing rekan para ekspatriat tersebut, ikut membeli produk milik Triyono. Dengan makin besarnya usaha yang dijalani, ia mulai mencari perajin yang dapat membantu usahanya.

“Satu orang perajin kayu di Wonogiri dan satu orang perajin tembaga di Yogyakarta. Satu orang lagi bantu di Jakarta,” imbuhnya.

Produk kriya logam dan kayunya dipatok dengan harga bervariatif. Mulai dari harga Rp 100 ribu untuk produk bros atau ring serbet. Sedangkan produk termahalnya berupa patung tembaga yang dibanderol dengan harga Rp 45 juta. Omzet yang didapat dari hasil usahanya berkisar Rp 40 – 50 juta per bulan.

“Bagi masyarakat yang tertarik dengan produk saya bisa datang langsung ke Kemang Timur,” tutupnya.(SF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *