blok ketapang

Saka Energi Siap Bayar Cash Call di Blok Ketapang

Jakarta,ruangenergi.comPT Saka Energi Indonesia (SEI), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menunjukkan kiprah positifnya di tengah pandemi Covid-19. Saka tetap berkomitmen bersama partner kembangkan blok Ketapang, termasuk bersedia membayar cash call sebesar US$ 58 juta kepada operator wilayah kerja Ketapang,yakni Petronas Indonesia.

Saka Energi Indonesia (SEI) adalah anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang berdiri pada tahun 2011. Saka Energi Indonesia bergerak di usaha hulu minyak dan gas bumiSEI telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengembangan business PGN dan ketersediaan energi di Indonesia pada khususnya. SEI telah melakukan berbagai akuisisi lapangan minyak dan gas dalam bentuk penyertaan (Partipating Interest) di berbagai PSC yang ada di Indonesia ataupun dalam bentuk kerjasama lainnya di luar Indonesia.

“Info yang dapat sampaikan adalah Saka senantiasa berkomitmen untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk dalam pemenuhan kewajiban dengan partner bisnis Saka.Setiap tagihan cash call yang telah diterima Saka selalu dapat dipenuhi sesuai kesepakatan, termasuk cash call yang diterima dari Operator Wilayah Kerja Ketapang.Terima kasih,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia Susmono Soetrisno kepada ruangenergi.com,Rabu (24/2/2021) di Jakarta.

Dalam catatan ruangenergi.com,akuisisi dan kerjasama yang dilakukan SEI sampai dengan saat ini adalah sebagai berikut:

  • Pengambilalihan 20% Participating Interest (PI) pada Blok Ketapang dari Sierra Oil, di perairan utara Madura, Jawa Timur pada tanggal 11 Maret 2013. Blok Ketapang merupakan blok dalam tahap menjelang produksi, yang diperkirakan akan “gas-in” pada kwartal akhir 2015 dari Lapangan Bukit Tua. Operator blok adalah Petronas.
  • Pengambilalihan 100% PI pada Blok Pangkah dari KUFPEC dan HESS pada tanggal 10 Januari 2014 dan merupakan operator blok tersebut. Blok Pangkah adalah blok produksi. Saat ini produksi minyak dan gas bumi diambil dari Lapangan Ujung Pangkah. Direncanakan akan dilakukan pengembangan pada beberapa prospek lapangan lainnya.
  • Akuisisi 30% PI pada Blok Bangkanai dari Salamander Energi, Kalimantan Tengah pada tanggal 27 Juni 2013. Blok Bangkanai merupakan blok menjelang produksi. Produksi gas dari lapangan Kerendan diperkirakan akan dimulai pada Q4 2015. Operator blok adalah Salamander Energy.
  • Pengambilalihan 100% PI pada Blok South Sesulu dari HESS pada tanggal 21 Januari 2014 dan Saka Indonesia Sesulu, anak usaha Saka Energi Indonesia menjadi operator blok tersebut.
  • Pengambilalihan 8,9% PI Blok Southeast Sumatera dari KNOC pada tanggal 12 Desember 2014. Merupakan blok berproduksi. Produksi utama adalah minyak yang berasal dari Lapangan Cinta dan Widuri. Operator blok adalah CNOOC.
  • Akuisisi 11,666% PI pada blok Muara Bakau dari GDF SUEZ pada tanggal 15 April 2015. Merupakan blok menjelang produksi. Produksi gas dari lapangan Jangkrik dan Northeast Jangkrik yang diperkirakan akan “gas-in” pada Q4 2017. Operator blok adalah ENI.
  • Akuisisi 36% interes di Fasken Area (Shale Gas) – Texas Amerika Serikat dari Swift Energy Company pada tanggal 15 Juli 2014. Merupakan blok berproduksi. Operator blok adalah Swift Energy.
  • Akuisisi 30% PI pada Blok West Bangkanai dari Salamander Energy pada tanggal 2 Januari 2015. Merupakan blok eksplorasi. Operator blok adalah Salamander Energy.
  • Pengambilalihan 20% PI pada Blok Muriah dari Sunny Ridge, di perairan utara Madura, Jawa Timur pada tanggal 16 Desember 2014. Merupakan blok menjelang produksi yang akan mulai produksinya pada Q3 2015 dari Lapangan Kepodang, setelah jaringan pipa Kepodang – Tambak Lorok selesai. Operator blok adalah Petronas.
BACA JUGA  BPMA Buka Pengadaan Rig untuk Sumur Repsol dan Medco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *