SF-05 Balikpapan Menyeberang ke Papua, BP Tangguh Serap 12.000 Barel

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com– Proyek BP Tangguh LNG di Sorong, Papua Barat, mendapatkan pasokan 12.000 barel Smooth Fluid 05 (SF-05) dari Kilang Balikpapan. Pengiriman cairan dasar pengeboran produksi dalam negeri ini sekaligus mencatat lonjakan hingga empat kali lipat dibandingkan volume pengiriman reguler.

Pasokan tersebut dikirim dari PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan melalui Jetty 5A RU V Balikpapan menuju lokasi proyek di Papua. SF-05 digunakan sebagai salah satu material pendukung kegiatan pengeboran di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Novie Handoyo Anto mengatakan volume pengiriman terbaru ke proyek BP Tangguh mencapai 12.000 barel. Jumlah tersebut jauh di atas rata-rata permintaan reguler yang berada di kisaran 3.000–5.000 barel setiap pengiriman.

“Angka ini melonjak hingga empat kali lipat dari rata-rata permintaan reguler yang berada di kisaran 3.000 hingga 5.000 barel per pengiriman,” kata Novie di Balikpapan, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Novie, peningkatan volume tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap SF-05 untuk mendukung aktivitas pengeboran migas. Pertamina berharap tren peningkatan permintaan dapat terus berlanjut seiring dengan semakin luasnya penggunaan produk tersebut oleh para pengembang lapangan migas.

SF-05 merupakan cairan dasar pengeboran berbasis sintetis yang dikembangkan Pertamina dengan karakteristik yang lebih ramah lingkungan. Produk ini diproduksi di Kilang Balikpapan dan dikembangkan melalui proses inovasi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Dalam kegiatan pengeboran, SF-05 memiliki sejumlah fungsi penting. Cairan ini antara lain membantu mendinginkan mata bor, melumasi pipa serta menjaga kestabilan dinding sumur selama proses pengeboran berlangsung.

Dengan kata lain, di balik proses pengeboran sumur migas yang terlihat sebagai pekerjaan raksasa di lapangan, terdapat material pendukung yang ikut menentukan kelancaran operasi.

SF-05 produksi Balikpapan juga telah memiliki pengalaman di pasar internasional. Produk tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan pengeboran Pertamina di Aljazair.

Kini, produk yang sama kembali memperluas jejaknya di dalam negeri, termasuk untuk mendukung proyek migas berskala besar seperti Tangguh LNG di Papua.

Perwakilan PT MI Indonesia Agung Heru Wijanarko mengatakan konsistensi kualitas menjadi salah satu faktor penting yang membuat SF-05 produksi Balikpapan dapat diterima oleh pelaku industri migas.

Menurut dia, penggunaan SF-05 dalam proyek Tangguh LNG menunjukkan bahwa produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan proyek berskala internasional.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi panjang untuk menghadirkan produk dalam negeri yang tangguh dan mampu memenuhi spesifikasi tinggi industri hulu migas, ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Synergy Perkasa Sejahtera Benny Mamyo mengatakan keberhasilan memperluas pasar SF-05 merupakan hasil dari perjalanan riset dan inovasi yang telah berlangsung sekitar 10 tahun.

Pengiriman 12.000 barel ke Sorong, kata dia, menjadi bagian dari perjalanan panjang produk tersebut untuk memperkuat penetrasi pasar domestik.

Dari Balikpapan untuk Timur Indonesia

Penyaluran SF-05 ke Papua juga memperlihatkan bagaimana rantai pasok industri migas nasional tidak berhenti di sekitar wilayah produksi. Produk yang dibuat di Balikpapan dapat bergerak melintasi laut untuk mendukung kegiatan hulu migas di kawasan timur Indonesia.

Bagi Kilang Balikpapan, perluasan pasokan ke Papua memperkuat perannya sebagai salah satu pusat penyedia bahan kimia dan material pendukung kegiatan industri migas nasional.

Di sisi lain, penggunaan produk buatan dalam negeri juga membuka ruang lebih besar bagi peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor energi.

Dari Jetty 5A RU V Balikpapan, sebanyak 12.000 barel SF-05 kini bergerak menuju Papua. Sebuah produk yang lahir dari inovasi di kilang dalam negeri, tetapi penggunaannya menjangkau proyek migas berkelas dunia.