Strategi Hidupkan Sumur Idle Berbuah Manis, BNG-039 Lampaui Target Produksi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Sumur yang sebelumnya berstatus suspend well kembali memberikan kabar positif. PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil menghidupkan kembali sumur BNG-039 di Lapangan Adera, Sumatera Selatan, setelah menjalani pekerjaan workover selama 17 hari.

Kabar tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan Good News Idle Well pada Kamis, 24 September 2026.

“Alhamdulillah, PT Pertamina EP – Asset 2 (PEP Zona 4) telah menghidupkan kembali idle well atau sumur BNG-039 dengan cara melakukan workover dan berhasil mendapatkan minyak dan gas lebih dari 200 persen dari target,” demikian laporan Djoko, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Pekerjaan workover dimulai pada 6 September 2026 dan rampung pada 23 September 2026. Intervensi dilakukan dengan menutup lapisan eksisting dan melakukan kerja ulang untuk berpindah ke lapisan produktif lainnya.

Dari hasil pengujian, sumur BNG-039 menghasilkan kondensat 96 BCPD, atau mencapai 266 persen dari target 36 BOPD.

Tak hanya minyak, kinerja gasnya bahkan jauh melampaui target. Produksi gas tercatat 1,5 MMSCFD, atau sekitar 3.000 persen dari target awal sebesar 0,05 MMSCFD.

Produksi tersebut berasal dari lapisan P2c pada kedalaman 1.941–1.942,5 meter.

Yang menarik, sumur tersebut tidak membutuhkan waktu panjang untuk kembali berproduksi. Berdasarkan hasil pekerjaan, BNG-039 sudah dapat langsung diproduksikan atau Production on Production (PoP).

Keberhasilan BNG-039 juga datang dengan efisiensi waktu dan biaya.

Dalam pelaksanaannya, PEP Zona 4 menggunakan Rig GJE-05 berkapasitas 450 HP. Pekerjaan yang semula direncanakan berlangsung selama 30 hari berhasil diselesaikan hanya dalam 17 hari.

Dari sisi biaya, estimasi berdasarkan field estimate cost menunjukkan pengeluaran sekitar US$420.692.

Angka tersebut setara dengan sekitar 56 persen dari rencana anggaran sebesar US$737.993,66 yang sebelumnya telah disetujui SKK Migas.

Dengan asumsi break even point (BEP) sekitar satu bulan, keberhasilan menghidupkan kembali sumur BNG-039 menjadi contoh bagaimana intervensi terhadap sumur lama dapat memberikan tambahan produksi tanpa harus selalu mengandalkan pengeboran sumur baru.

Sebelum dilakukan workover, BNG-039 berada dalam status suspend well. Melalui intervensi pada lapisan produktif, sumur tersebut kini kembali berkontribusi terhadap produksi migas nasional.

Bagi PEP Zona 4, keberhasilan BNG-039 menambah daftar sukses kegiatan intervensi sumur di Lapangan Adera.

Bagi SKK Migas, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa potensi produksi tidak hanya berada pada sumur-sumur baru. Sumur yang sebelumnya tidak berproduksi masih dapat memberikan kontribusi ketika dilakukan evaluasi teknis dan intervensi yang tepat.

Djoko pun menyampaikan harapan agar keberhasilan serupa dapat terjadi pada sumur-sumur lainnya.

“Mohon doa sumur-sumur yang lain juga mendapatkan melebihi dari target. Aamiin YRA,” tulis Djoko.

Laporan itu ditutup dengan semangat kolaborasi SKK Migas dan Pertamina: lifting naik, bisa.

BNG-039 pun menjadi contoh sederhana dari strategi tersebut: sumur lama dihidupkan kembali, produksi bertambah, pekerjaan selesai lebih cepat, dan biaya dapat ditekan.