Temukan Harta Karun Lama, Sumur Sisi Nubi Tembus Reservoir SMZ dan Langsung Produksi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com – Kabar baik datang dari Lapangan Sisi Nubi, Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Kalimantan Timur. Dua sumur baru yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Zona 8 berhasil diselesaikan dan langsung berproduksi, memberikan tambahan produksi gas serta minyak/kondensat.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dalam laporannya kepada pimpinan SKK Migas dan Kementerian ESDM, Sabtu (22/8/2026), menyampaikan bahwa dua sumur tersebut adalah NB-306.G1 yang mulai put on production pada 10 Agustus 2026 dan NB-301.T1.G2 pada 14 Agustus 2026.

Hasil uji produksi menunjukkan performa yang menggembirakan. Sumur NB-306.G1 mampu menghasilkan 4,5 MMscfd gas dan 45 BOPD kondensat. Sementara NB-301.T1.G2 mencatat produksi awal lebih tinggi, yakni 10 MMscfd gas dan 200 BOPD kondensat.

Dengan berproduksinya dua sumur tersebut, produksi Lapangan Sisi Nubi kini meningkat menjadi sekitar 158 MMscfd gas ekspor dan 3.913 BOPD minyak/kondensat.

Reservoir Lama Kembali Dibidik

Yang membuat pencapaian ini semakin menarik adalah keberhasilan sumur NB-301.T1.G2 menembus Sisi Main Zone (SMZ).

Menurut Djoko, sumur tersebut menjadi pencapaian penting karena merupakan satu-satunya sumur yang secara khusus menargetkan reservoir SMZ. Lapisan tersebut terakhir kali dikembangkan lebih dari satu dekade lalu.

Keberhasilan ini sekaligus membuka kembali peluang pengembangan reservoir SMZ yang selama ini masih menyimpan potensi.

Pendekatan Classical Seismics-Driven menjadi salah satu kunci dalam menemukan target tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan realisasi cadangan yang cukup baik, bahkan lebih tinggi dibandingkan prognosis awal.

Temuan tersebut meningkatkan keyakinan bahwa reservoir pada interval SMZ masih memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya pada lokasi-lokasi proximal di sisi barat Lapangan Sisi Nubi.

Pengeboran Lebih Cepat dari Target

Dari sisi operasi, efisiensi pekerjaan juga menjadi catatan penting.

Kedua sumur dikerjakan menggunakan Rig Zhong You Hai-16. Sumur NB-306.G1 diselesaikan dalam 31 hari, lebih cepat dari rencana 37 hari. Sedangkan NB-301.T1.G2 rampung dalam 23 hari, dibandingkan rencana 24 hari.

Untuk pekerjaan put on production (POP), kedua sumur menggunakan well service barge AWB Fiore.

NB-306.G1 membutuhkan waktu sembilan hari dari rencana 18 hari, sementara NB-301.T1.G2 selesai dalam 12 hari dari rencana 13 hari.

Efisiensi tersebut tidak lepas dari berbagai optimasi teknologi yang diterapkan di lapangan. Di antaranya pemilihan drill bit secara selektif untuk meningkatkan rate of penetration (ROP), penggunaan X-Caliper hole enlargement, serta material cementing khusus ElastiCem untuk mendukung kegiatan fracturing pada NB-301.T1.G2.

Teknologi E-Line Roller juga digunakan untuk menjangkau reservoir pada sumur dengan deviasi tinggi. Sementara optimasi coiled tubing diterapkan dalam kegiatan liquid unload dan zone change.

Jadi Modal untuk Pengembangan Berikutnya

Keberhasilan dua sumur ini merupakan bagian dari program pengembangan Lapangan OPLL3B yang telah mendapatkan persetujuan SKK Migas.

Bagi PHM dan SKK Migas, pencapaian tersebut bukan hanya soal tambahan produksi dalam jangka pendek. Lebih dari itu, keberhasilan NB-301.T1.G2 memberikan modal kepercayaan baru untuk kembali mengembangkan reservoir SMZ dan mengejar potensi migas di area prospektif lainnya di Lapangan Sisi Nubi.

“Lifting naik, bisa, bisa, bisa,” menjadi semangat yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Djoko juga meminta doa agar rangkaian kegiatan pemboran, workover dan well service sepanjang sisa 2026 hingga Desember mendatang dapat kembali menghasilkan capaian sesuai target, bahkan melampauinya.

“Mohon doa sisa pemboran WO/S 2026 sampai Desember juga menghasilkan sesuai target bahkan lebih. Aamiin,” demikian harapan Djoko.

Bagi WK Mahakam, dua sumur baru ini menjadi bukti bahwa optimalisasi teknologi, ketepatan memilih target bawah permukaan dan eksekusi operasi yang efisien masih mampu membuka peluang produksi baru—termasuk dari reservoir yang telah lama tidak dikembangkan.