Wow Keren! Terobosan Besar Masela: Seluruh Gas Terjual, LDA Disepakati — Jalan Menuju FID 2026 Kian Terbuka

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar menggembirakan datang dari sektor energi nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa seluruh gas dari Proyek Masela telah berhasil terjual, menandai tonggak penting dalam pengembangan salah satu proyek LNG terbesar di Indonesia.

Kesepakatan krusial terkait LNG Development Agreement (LDA) akhirnya tercapai pada Selasa malam, 28 April 2026 pukul 22.00 WIB, setelah melalui proses negosiasi intensif selama dua hari penuh tanpa henti di Jakarta.

Pertemuan yang melibatkan INPEX, Pertamina Hulu Energi (PHE Masela), dan Petronas, bersama penasihat hukum dan keuangan, berlangsung dinamis dan penuh tantangan. Namun, kolaborasi erat antara SKK Migas dan para KKKS berhasil menghasilkan kesepakatan yang mencakup aspek legal, finansial, dan komersial.

“Ini adalah hasil dari sinergi kuat dan fokus pada solusi terbaik,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM dan jajaran terkait,seperti diceritakan kepada ruangenergi.com, Kamis (30/04/2026), di Jakarta.

Kesepakatan LDA ini menjadi dasar utama untuk penandatanganan Heads of Agreement (HOA) yang mengikat serta Gas Sales Agreement (GSA), yang ditargetkan terealisasi pada Mei 2026. Selain itu, LDA juga menjadi pijakan bagi para mitra untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan global melalui skema TBS ( Trustee Borowing Scema)

Langkah ini membuka jalan menuju Final Investment Decision (FID) yang direncanakan pada akhir 2026—fase penentu sebelum proyek masuk tahap konstruksi penuh.

Djoko menekankan bahwa surat resmi SKK Migas kepada Kementerian Keuangan terkait stabilization clause dan skema sponsor loan menjadi referensi penting dalam kesepakatan tersebut. Kepastian fiskal ini meningkatkan kepercayaan investor dan lembaga pembiayaan.

Dengan nilai investasi lebih dari USD 20 miliar, proyek Lapangan Gas Abadi Masela diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi, membuka lapangan kerja dalam jumlah besar, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini adalah fase paling krusial yang telah kita lewati. Selanjutnya kita fokus menyelesaikan FEED, pengadaan, hingga groundbreaking,” lanjut Djoko.

Pemerintah dan para mitra kini bergerak cepat untuk menyelesaikan tahapan lanjutan, termasuk penyelesaian desain rekayasa (FEED), pengadaan barang dan jasa, serta penetapan ganti rugi lahan.

Dengan fondasi yang semakin kuat, proyek Masela kini memasuki babak baru—dari negosiasi menuju realisasi.

“Bersama kita bisa. Lifting naik: bisa, bisa, bisa.”