Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan adanya potensi produksi minyak mentah dari sumur-sumur rakyat di Kabupaten Bangkalan yang dinilai bisa menjadi tambahan signifikan bagi lifting nasional.
Dalam laporan “Good News” yang disampaikan kepada Menteri ESDM dan jajaran pimpinan sektor energi, Djoko mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 450 sumur minyak rakyat yang tersebar di delapan kecamatan di Bangkalan, Madura.
“Alhamdulillah, ternyata di Kabupaten Bangkalan Madura ada crude oil dari sumur masyarakat. Jika satu sumur bisa memproduksi 1 hingga 3 barel per hari, maka total potensinya bisa mencapai 500 sampai 1.500 barel minyak per hari,” ujar Djoko dalam laporannya, Rabu (24/6/2026), seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Temuan ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah mengejar target peningkatan lifting minyak nasional yang selama ini menjadi tantangan besar. Dengan tambahan produksi dari sumur rakyat, kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional dinilai semakin nyata.
Saat ini, SKK Migas bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), serta tim satgas tengah memproses langkah legalisasi dan tata kelola agar produksi dari sumur-sumur masyarakat tersebut bisa segera masuk dalam sistem produksi nasional secara resmi.
Djoko menargetkan proses tersebut dapat dirampungkan dalam waktu maksimal satu minggu.
Langkah percepatan ini dinilai penting, mengingat sumur rakyat selama ini kerap berada di wilayah abu-abu regulasi, padahal memiliki potensi ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekaligus negara.
Jika seluruh potensi ini bisa dimonetisasi dan dikelola dengan baik, Bangkalan berpeluang menjadi salah satu kantong produksi minyak rakyat yang strategis di Indonesia.
Semangat optimisme pun kembali digaungkan oleh SKK Migas. “Bersama kita BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA,” tutup Djoko dalam pesannya, menegaskan komitmen kolaborasi antara SKK Migas, Badan Usaha, KKKS, Ditjen Migas, dan Kementerian ESDM untuk terus mendongkrak produksi migas nasional.

