Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus bergerak dari Sumatera. PT Elnusa Tbk bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra resmi memulai Survei Seismik 2D Gerbera dengan lintasan sepanjang 688,5 kilometer di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.
Survei ini menjadi langkah strategis untuk memperbarui data geologi bawah permukaan, sekaligus memetakan potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) yang dapat menjadi landasan bagi kegiatan eksplorasi berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, survei Gerbera akan mencakup sekitar 11.600 titik sumber energi seismik (shotpoint). Pekerjaan meliputi survei topografi, pemboran dan pengisian sumber energi seismik, perekaman, hingga pengolahan data.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim eksplorasi diharapkan memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan yang lebih terperinci. Data ini diperlukan untuk menilai prospek migas secara lebih terukur sebelum menentukan langkah eksplorasi lanjutan.
Direktur Utama PHR Regional 1 Sumatra, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa eksplorasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi dalam jangka panjang.
Menurut Arifin, ketahanan energi tidak cukup hanya mengandalkan produksi dari lapangan migas yang sudah beroperasi. Upaya mencari dan mengevaluasi potensi sumber daya baru juga perlu dilakukan secara konsisten.
Melalui survei Gerbera, PHR Regional 1 berharap pemahaman mengenai kondisi geologi di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan semakin mendalam. Dengan dukungan data yang memadai, evaluasi potensi sumber daya dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Namun, survei bukan berarti cadangan migas sudah ditemukan. Hasil seismik merupakan tahapan awal eksplorasi. Data yang diperoleh harus diinterpretasikan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi prospek, sebelum ditentukan apakah diperlukan pemboran eksplorasi guna memastikan keberadaan migas.
Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, mengatakan proyek Gerbera mencerminkan peran kapabilitas geosains, teknologi, dan layanan energi terintegrasi dalam mendukung kegiatan eksplorasi migas nasional.
Menurut Litta, keberhasilan kegiatan eksplorasi membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan Subholding Upstream Pertamina. Elnusa, sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi, berkomitmen mendukung pelaksanaan pekerjaan melalui kompetensi teknis, inovasi, dan pengalaman operasional.
Bagi Elnusa, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi layanan geosains terhadap kualitas kegiatan eksplorasi dan produktivitas bisnis hulu migas.
Pelaksanaan survei mengedepankan kualitas akuisisi dan pengolahan data, keandalan operasional, serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Tantangannya tidak hanya menyangkut aspek teknis. Lintasan survei yang melewati wilayah dengan karakter geografis, penggunaan lahan, dan aktivitas masyarakat yang beragam menuntut koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan.
Dalam pelaksanaan survei Gerbera, SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) turut mendukung koordinasi kegiatan hulu migas sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.
Sinergi antara SKK Migas, PHR Regional 1, dan Elnusa diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai rencana kerja dan ketentuan yang berlaku, sekaligus menjaga keselamatan serta keandalan operasi.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik pelaksanaan survei tersebut sebagai bagian dari upaya mengevaluasi potensi sumber daya migas di wilayahnya.
Ia berharap kegiatan dapat berjalan lancar melalui koordinasi antara pemerintah, pelaksana kegiatan, dan masyarakat. Pengembangan potensi energi, menurutnya, perlu dilakukan secara terencana dengan tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kontribusi Lampung dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Survei Seismik 2D Gerbera menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi eksplorasi migas di Sumatera. Dengan lintasan 688,5 kilometer dan sekitar 11.600 titik sumber energi seismik, kegiatan ini diharapkan menghasilkan informasi geologi yang lebih baik untuk mengevaluasi potensi sumber daya di wilayah survei.
Bagi industri hulu migas, ketersediaan data bawah permukaan yang berkualitas merupakan salah satu modal penting dalam menentukan arah eksplorasi. Data yang lebih komprehensif dapat membantu mengidentifikasi prospek dan menjadi dasar pertimbangan untuk kegiatan lanjutan.
Meski demikian, potensi yang teridentifikasi melalui survei masih harus melalui tahapan evaluasi teknis sebelum dapat dinilai sebagai sumber daya yang layak dikembangkan secara komersial.
Kolaborasi Elnusa dan PHR Regional 1 melalui Gerbera pun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas pemahaman mengenai potensi migas domestik. Harapannya, langkah ini dapat memperkuat kesinambungan eksplorasi dan menopang ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.


