Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Iklim investasi sektor energi Indonesia kembali menarik perhatian pemain besar regional. Delegasi perusahaan energi asal Thailand, PTT Exploration and Production Plc, melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang diwakili Wakil Menteri ESDM Yuliot pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi PTT Thailand membawa misi strategis untuk memperluas investasi di sektor energi Indonesia, khususnya di bidang hulu minyak dan gas bumi. Nilai investasi yang disiapkan perusahaan energi raksasa Thailand itu disebut mencapai USD5 billion atau sekitar Rp81 triliun.
Ketertarikan PTT terhadap sektor hulu migas Indonesia dinilai tidak lepas dari semakin agresifnya pemerintah dalam mendorong eksplorasi dan pengembangan wilayah kerja migas baru. Potensi cadangan energi yang masih besar, ditambah berbagai insentif investasi yang terus diperbaiki pemerintah, menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing.
“Indonesia memiliki potensi hulu migas yang sangat menjanjikan dan menjadi perhatian serius investor global,” ujar sumber ruangenergi.com.
Delegasi PTT disebut menaruh perhatian pada peluang pengembangan blok-blok migas strategis, termasuk potensi eksplorasi baru yang tengah didorong pemerintah untuk meningkatkan produksi nasional. Bagi perusahaan asal Thailand itu, Indonesia dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan energi paling prospektif di kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan dengan Wamen ESDM Yuliot Tanjung juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah membuka ruang luas bagi kolaborasi investasi asing di sektor energi, terutama untuk mendukung target swasembada energi dan peningkatan lifting migas nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memang terus mengintensifkan diplomasi investasi energi guna menarik modal asing masuk ke proyek-proyek strategis nasional. Masuknya minat investasi jumbo dari PTT Thailand diyakini dapat menjadi katalis positif bagi geliat industri hulu migas Indonesia yang tengah memasuki fase kebangkitan eksplorasi.
Jika terealisasi, investasi senilai USD5 miliar tersebut berpotensi menjadi salah satu komitmen investasi energi terbesar dari Thailand ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai magnet baru investasi migas di kawasan regional.


