Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Rabu (20/5/2026) melaporkan sejumlah perkembangan strategis sektor hulu migas nasional yang dinilai menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia ke depan.
Salah satu agenda penting adalah penandatanganan amandemen kerja sama antara SKK Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terkait penjualan crude oil KKKS, penjualan pelumas dan BBM kepada KKKS, termasuk penyempurnaan formula harga serta skema pembayaran dengan termin satu bulan.

Kesepakatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi tata niaga migas nasional sekaligus memperkuat dukungan operasional bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di berbagai wilayah kerja migas Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Djoko Siswanto juga menyampaikan kabar penting dari proyek eksplorasi migas laut dalam di wilayah Fax Fax. Presiden Direktur TotalEnergies EP Indonesie bersama SVP Total E&P Asia Pacific memastikan rencana pengeboran sumur eksplorasi target giant oil discovery di laut Fax Fax pada September 2026.

Proyek strategis tersebut akan dijalankan bersama Petronas dan PT Pertamina sebagai bagian dari upaya menemukan cadangan migas raksasa baru di kawasan timur Indonesia.
“Kita doakan bersama, Insya Allah berhasil. Aamiin YRA,” ujar Djoko Siswanto seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Sementara itu, perkembangan lain datang dari proses seleksi calon Presiden Direktur BSP yang saat ini tengah memasuki tahap akhir. Interview calon Presdir BSP dilakukan langsung oleh jajaran komisaris perusahaan, Bupati Siak, serta Kepala SKK Migas.
Djoko menyampaikan bahwa pelantikan Presiden Direktur BSP yang baru direncanakan berlangsung bulan depan. Calon pimpinan baru tersebut disebut telah menyampaikan komitmen untuk meningkatkan produksi BSP sebesar 2.000 barel minyak per hari (bopd) pada tahun ini.
Target tersebut akan ditempuh melalui langkah percepatan penanganan persoalan pipa yang mengalami hambatan atau “congel” sehingga mengganggu kelancaran produksi.

“Beliau berjanji tahun ini produksi BSP naik 2.000 bopd. Jika gagal, beliau siap diganti. Mohon doa bersama, Insya Allah berhasil. Aamiin YRA,” kata Djoko Siswanto.
Langkah-langkah strategis tersebut menunjukkan optimisme industri hulu migas nasional dalam menjaga momentum peningkatan produksi sekaligus membuka peluang penemuan cadangan migas besar baru di Indonesia.


