Wow Keren! SKK Migas Dorong Sinergi Hulu-Hilir, Gas Tungkal Siap Perkuat Jaringan PGN

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Upaya memperkuat ketahanan energi domestik terus bergulir. Kabar positif datang dari sektor hulu dan hilir gas bumi setelah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D’Or Oil Tungkal Limited (MOTL/MontD’Or) dari Wilayah Kerja (WK) Tungkal, Jambi.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan, melalui kesepakatan tersebut PGN memperoleh tambahan pasokan gas bumi sebesar 5,45 BBTUD untuk periode 2026–2034. Setelah periode tersebut, volume pasokan akan memasuki skema ramping down, yakni mengalami penurunan secara bertahap hingga 2040.

PJBG tersebut ditandatangani Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham dan General Manager MontD’Or Hendra Jaya, serta disaksikan langsung Kepala SKK Migas Djoko Siswanto pada Senin (31/8/2026).

Kesepakatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan produksi gas dari wilayah kerja hulu mendapatkan kepastian pasar sekaligus memperkuat pasokan gas bagi konsumen domestik.

Gas Tungkal Perkuat Jaringan Sumatera

Pasokan dari WK Tungkal memiliki posisi strategis karena lokasinya berada di kawasan Sumatera Bagian Tengah. Gas tersebut selanjutnya akan diintegrasikan dengan jaringan dan infrastruktur gas eksisting milik PGN di Pulau Sumatera.

Integrasi ini diharapkan membuat gas dari lapangan hulu dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, usaha kecil hingga rumah tangga.

PGN menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, SKK Migas dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung proses mendapatkan tambahan pasokan gas tersebut.

Menurut Aldiansyah, kerja sama dengan MontD’Or bukan sekadar transaksi jual beli gas, tetapi menjadi bagian dari strategi memperbesar pemanfaatan gas bumi nasional.

“Kerja sama ini merupakan langkah penting dan strategis dalam upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Aldiansyah.

Pasokan Hulu Bertemu Infrastruktur Hilir

Kesepakatan WK Tungkal juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara sektor hulu dan hilir. Produksi gas dari wilayah kerja hulu membutuhkan kepastian penyerapan, sementara PGN membutuhkan kepastian pasokan untuk menjaga kontinuitas layanan kepada pelanggan.

Dengan PJBG ini, kedua kepentingan tersebut dipertemukan dalam satu skema kerja sama jangka panjang.

PGN sendiri terus memperkuat portofolio pasokan gas domestik dengan mengintegrasikan berbagai sumber, baik gas pipa maupun LNG. Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus menghadapi dinamika kebutuhan energi nasional.

Aldiansyah berharap kerja sama dengan MontD’Or dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas.

“Kami berharap kolaborasi antara SKK Migas, produsen gas terutama MontD’Or dan PGN tidak hanya pada pasokan WK Tungkal saja namun melalui kerja sama strategis lainnya,” katanya.

Ia optimistis sinergi antara pemerintah, produsen gas dan badan usaha hilir tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian.

“Kami optimis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” tutup Aldiansyah.

Bagi SKK Migas, PJBG ini menjadi kabar baik karena mempertemukan kepastian produksi dari WK Tungkal dengan kepastian pasar dan infrastruktur PGN. Gas dari Jambi pun mendapat jalur untuk masuk lebih jauh menopang kebutuhan energi Sumatera dan perekonomian nasional.