Sorong, Papua, ruangenergi.com-Kabar baik kembali datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi. PT Pertamina EP Asset 4 atau PEPC Region 4 Zona 14 berhasil menguji produksi sumur pengembangan Salawati (SLW)-F003 di Sorong, Papua Barat, dengan hasil yang melampaui target awal.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan kepada jajaran pimpinan Kementerian ESDM dan SKK Migas, Senin (10/8/2026), sumur SLW-F003 mencatat produksi sementara 369 barel minyak per hari (BOPD).
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan target inisial produksi yang ditetapkan sebesar 283 BOPD.
“Alhamdulilah,” tulis Djoko Siswanto dalam laporan yang disampaikan kepada RuangEnergi.com.
Produksi minyak tersebut berasal dari lapisan Kais, salah satu lapisan produktif yang menjadi sasaran pengembangan di Lapangan Salawati.
Dibor 47 Hari Tanpa Kecelakaan
Sumur SLW-F003 sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pengeboran SLW-F3X pada 24 Juni 2026. Setelah melewati seluruh tahapan pengeboran dan penyelesaian sumur, uji produksi berhasil dilakukan pada 10 Agustus 2026.
Sumur ini dibor secara directional J-type menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M hingga mencapai kedalaman akhir 2.080 meter measured depth (mMD) atau 2.061 meter true vertical depth (mTVD).
Yang menarik, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pengeboran hingga uji produksi dapat diselesaikan hanya dalam waktu 47 hari.
Tak hanya cepat, kegiatan tersebut juga berhasil dilaksanakan tanpa kecelakaan.
Dalam laporan tersebut, Djoko menegaskan pencapaian ini menjadi cerminan komitmen Pertamina dan para pihak terkait dalam menerapkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence di setiap tahapan operasi.
Tambahan Produksi Jadi Kabar Baik
Bagi industri hulu migas, keberhasilan sumur SLW-F003 bukan sekadar angka 369 BOPD. Tambahan produksi dari sumur pengembangan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional.
Terlebih, realisasi awal sumur tersebut mampu berada sekitar 30 persen di atas target 283 BOPD.
Djoko pun meminta dukungan agar sumur tersebut segera dapat masuk tahap produksi.
“Mohon doa sumur ini segera dapat diproduksikan,” ujar Djoko.
Laporan tersebut ditutup dengan semangat kolaborasi antara Pertamina dan SKK Migas.
“Bersama kita BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA.”
Keberhasilan SLW-F003 di Salawati menjadi kabar positif dari ujung timur Indonesia: sumur baru, produksi di atas target, dan operasi tanpa kecelakaan.

