Ego Syahrial

25.000 Paket Konkit Siap Dibagikan ke Nelayan di 42 Kabupaten dan Kota

Yogyakarta, Ruangenergi.com – Pemerintah menyatakan pendistribusian paket perdana Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran Tahun 2020 siap dilaksanakan pada pekan ketiga Oktober.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (PLT Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan, sebanyak 25.000 paket perdana akan dibagikan kepada nelayan sasaran di 42 kabupaten/kota dalam waktu 3 bulan, terhitung sejak bulan Oktober hingga Desember 2020.

Menurutnya, pembagian paket perdana ini akan dilakukan serentak setelah dikonsolidasikan dengan pihak terkait seperti Ditjen Migas, Komisi VII DPR, PT Pertamina dan dinas-dinas di kabupaten/kota.

“Semua pihak tersebut berperan aktif untuk kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini,” jelas Ego Syahrial, secara virtual, Rapat Koordinasi Rencana Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran Tahun 2020, beberapa waktu lalu, (06/10).

Ia menambahkan, Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait tata cara pendistribusian sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2019 Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran terutama bagi Kabupaten/Kota yang baru pertama kali mendapatkan program konversi ini.

Ego juga mengingatkan, proses pendistribusian paket perdana harus selesai pada awal Desember 2020 untuk menghindari resiko lewat tahun anggaran.

“Manfaatkanlah momen rakor ini untuk mendapatkan informasi secara jelas terkait rencana pendistribusian paket Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran Tahun Anggaran 2020 sehingga berjalan lancar, aman, akuntabel dan sesuai protokol kesehatan,” bebernya.

Manfaat Untuk Nelayan

Sementara, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso, mengatakan, program konversi ini merupakan salah satu dari berbagai program Pemerintah yang bertujuan memberikan manfaat kepada nelayan, khususnya nelayan sasaran yang memiliki mesin di bawah 5 GT.

BACA JUGA  Hilirisasi Nikel Tingkatkan Keekonomian

Rakor Konverter Kit untuk Nelayan

“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.

Mengingat jumlah kabupaten/kota yang akan mendapat paket perdana cukup banyak, Ali mengharapkan kerja agar unit-unit utama di lingkungan Kementerian ESDM dapat bergabung dalam pelaksanaan pendistribusian paket perdana sehingga dapat mengetahui secara langsung bantuan yang diserahkan tersebut.

“Penting bagi kami bahwa aktual di lapangan bantuan ini sudah sampai di titik yang diharapkan,” kata Ali.

Mewakili PT Pertamina, VP LPG Sales, Primarini, mengucap terima kasih atas kepercayaan Pemerintah kepada PT Pertamina untuk membagikan paket perdana konversi sejak tahun 2016.

“Ini adalah pekerjaan yang mulia dan kami sangat berterima kasih mendapat kepercayaan ini, sekaligus menjadi bukti bahwa Pertamina merupakan BUMN yang salah tugasnya memberikan manfaat kepada masyarakat,” terang Primarini.

Primarini mengungkapkan perlunya kerja sama yang baik dengan semua pihak demi kesuksesan implementasi di lapangan.

Rakor dihadiri oleh Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM, Hufron Asrofi; Tenaga Ahli Menteri Bidang Monitoring Infrastruktur sekaligus Kepala Unit Pengendalian Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Simon Himawan; Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Litigasi dan Keamanan Obyek Vital Nasional, Yurod Saleh; perwakilan Inspektur V Kementerian ESDM, perwakilan Ditjen Perikanan Tangkap KKP, serta dinas perikanan dan kelautan dari 39 kabupaten kota.

Sementara dinas perikanan dan kelautan dari 3 kabupaten/kota hadir secara virtual.

Sebagai informasi, tahun 2020 ini merupakan tahun ke-5 untuk kegiatan pendistribusian konkit nelayan dilaksanakan oleh Ditjen Migas. Hingga tahun 2019, telah dibagikan 60.859 paket konkit nelayan.

Kriteria penerima paket perdana konverter kit untuk nelayan adalah nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki kartu nelayan (Kusuka).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *