Jambi, ruangenergi.com— SKK Migas melaporkan keberhasilan pengeboran sumur eksploitasi NEB-79ST yang dioperasikan PetroChina International Jabung Ltd. di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam laporannya Kamis (9/4/2026), dan diceritakan kembali kepada ruangenergi.com, menyampaikan bahwa sumur tersebut mencatat total produksi gas sebesar 6,3 MMSCFD dan sekitar 100 barel kondensat per hari (BCPD) berdasarkan hasil uji sumur.
Pengeboran sumur NEB-79ST dimulai pada 28 Februari 2026 dan selesai pada 28 Maret 2026. Sumur dibor secara directional (J-Type) menggunakan Rig Bohai#26 berkapasitas 750 HP hingga kedalaman 7.663 ft MD atau 5.156 ft TVD, kemudian dilanjutkan dengan tahap penyelesaian (completion).
Hasil uji produksi pada 7 April 2026 menunjukkan dua interval produktif pada Formasi Talang Akar. Interval LTAF-C menghasilkan gas 4,3 MMSCFD dan 60 BFPD, sementara interval LTAF-D menghasilkan hingga 2,0 MMSCFD dan 47 BFPD.
Djoko menyebutkan hasil tersebut mengindikasikan sistem reservoir gas yang produktif dan berlapis serta prospektif untuk pengembangan lebih lanjut.
Selain itu, kandungan gas di wilayah Jambi yang mengandung propana dan butana (C3 dan C4) dinilai berpotensi mendukung peningkatan produksi LPG nasional.
Dari sisi operasional, kegiatan pengeboran dan completion berlangsung tanpa insiden kecelakaan kerja (zero recordable incident). Total durasi pekerjaan tercatat 43 hari dengan realisasi biaya sekitar USD 3,9 juta atau sekitar 71 persen dari anggaran yang disetujui.
Setelah penyelesaian sumur NEB-79ST, PetroChina Jabung akan melanjutkan pengeboran sumur pengembangan berikutnya, Gemah-86, guna mendukung target peningkatan produksi migas nasional tahun 2026.


