JDS Cetak Talenta Energi Masa Depan, Drilling Academy Batch 7 Resmi Dibuka

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Di tengah tekanan global terhadap ketahanan energi, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor energi kian mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Jakarta Drilling Society (JDS) kembali meluncurkan program andalannya: Drilling Academy Batch 7 Tahun 2026.

Grand opening yang digelar di Jakarta pada 18 April 2026 ini bukan sekadar seremoni. Acara tersebut menjadi simbol komitmen serius dalam membangun generasi profesional di bidang pengeboran minyak, gas bumi, hingga panas bumi—sektor yang selama ini menjadi tulang punggung energi nasional.  

Ketua Umum JDS, Yudi Hartono, menegaskan bahwa industri energi saat ini berada dalam fase krusial. Tekanan untuk meningkatkan produksi berjalan beriringan dengan tuntutan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

“Industri ini butuh talenta yang bukan hanya siap kerja, tapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat,” ujarnya.

Minat generasi muda terhadap sektor energi ternyata masih sangat besar. Lebih dari 1.000 pendaftar mengikuti seleksi ketat, mulai dari administrasi hingga wawancara. Namun, hanya 140 peserta terbaik yang berhasil lolos dan berhak mengikuti program ini.

Fenomena ini menunjukkan dua hal sekaligus: tingginya daya tarik industri energi, serta besarnya kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang benar-benar siap terjun ke lapangan.

Langkah Strategis dan Berkelanjutan

Sekretaris Jenderal JDS, Redha Bhawika Putra, mengungkapkan bahwa pengembangan program tidak berhenti pada pelatihan teknis semata. JDS kini mulai memperkuat kurikulum, memperluas kolaborasi industri, hingga membangun Dana Abadi sebagai fondasi keberlanjutan.

“Ini penting agar pengembangan SDM energi bisa berjalan konsisten, tidak bergantung pada momentum,” jelasnya.

Sejak berdiri pada 2019, JDS telah melahirkan ratusan alumni yang kini tersebar di berbagai perusahaan energi. Jejak ini menjadi bukti bahwa investasi pada SDM memberikan dampak nyata bagi industri.

Kolaborasi Jadi Kunci

Acara ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pertamina dan pemerintah.

Perwakilan Pertamina, Wenny Ipmawan, menekankan bahwa keberhasilan sektor energi tidak hanya diukur dari produksi, tetapi juga dari pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan target ambisius: kapasitas energi nasional mencapai 52 gigawatt pada 2034.

Menuju Indonesia Emas 2045

Mengusung tema “Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045”, program ini menempatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam mewujudkan kemandirian energi dan hilirisasi sumber daya alam.

Ketua panitia, Ira Tuanaya, menyebut pembukaan ini sebagai titik awal perjalanan besar.

“Ini bukan sekadar program pelatihan, tapi langkah awal membangun masa depan energi Indonesia,” katanya.

Di tengah kompleksitas tantangan energi global, satu hal menjadi jelas: masa depan sektor ini sangat bergantung pada kualitas manusianya. Melalui Drilling Academy, JDS mencoba memastikan bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga kaya talenta.