PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar, Perkuat Transformasi Bisnis di Tengah Dinamika Industri

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Training and Consulting menegaskan ketangguhan bisnisnya di tengah fluktuasi industri nasional. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Ballroom Sustainability PTC, Gedung Oil Centre Jakarta, perusahaan mencatat laba audited sebesar Rp152,9 miliar atau tumbuh 1,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa anak usaha Pertamina ini mampu menjaga stabilitas bisnis sekaligus terus bertransformasi secara adaptif di tengah tantangan ekonomi dan industri yang bergerak dinamis.

Direktur Utama PTC, Muhammad S. Fauzani, bersama Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Amir Faisal, memaparkan langsung capaian perusahaan di hadapan para pemegang saham dan jajaran manajemen.

Sepanjang 2025, lini bisnis manpower masih menjadi tulang punggung perusahaan dengan kontribusi sebesar 70,88 persen terhadap total pendapatan. Sementara itu, sektor Others Business—yang mencakup layanan consulting, event management, dan IT—menyumbang 21,96 persen, disusul Development Center sebesar 7,16 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan upaya diversifikasi bisnis yang terus diperkuat PTC untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang.

Tak hanya mencatat pertumbuhan laba, PTC juga memperlihatkan performa tata kelola yang solid. Perusahaan berhasil menjaga Effectiveness Tax Ratio (ETR) di level 23,3 persen, melampaui target RKAP 2025 Revisi. Dalam aspek Good Corporate Governance (GCG), skor perusahaan mencapai 111,75 persen atau meningkat 2,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance.

Di sisi lain, reputasi perusahaan juga semakin menguat lewat raihan 19 penghargaan dan 9 sertifikasi nasional maupun internasional sepanjang 2025. Beberapa di antaranya meliputi sertifikasi ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3, hingga peringkat kredit idA+ dari PEFINDO.

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas layanan dan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar profesionalisme di seluruh lini bisnis.

Tidak hanya fokus pada pertumbuhan korporasi, PTC juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan membukukan skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,50. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program sosial mampu menghasilkan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi senilai Rp4,50 bagi masyarakat.

Program-program tersebut dijalankan melalui pendekatan berbasis pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

RUPS Tahun Buku 2025 turut dihadiri perwakilan pemegang saham, antara lain Baginda Mulia Pandapotan Saragih serta Rahmi Amini, bersama jajaran Direksi, Dewan Komisaris, dan Manajemen PTC.

Dengan fondasi kinerja yang terus bertumbuh, PTC kini menatap fase transformasi berikutnya melalui roadmap bertajuk “Driving Nine to Twentynine”, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perusahaan bagi PT Pertamina (Persero) dan pembangunan nasional secara berkelanjutan.