Good News! Sumur Pengembangan PHR Hasilkan 903 BOPD dengan Biaya Jauh di Bawah Anggaran

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil mencatatkan keberhasilan pemboran sumur pengembangan Pungut PT-069 di Lapangan Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan capaian produksi awal yang sangat menjanjikan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa sumur tersebut telah menjalani uji produksi (production test) pada 29 Mei 2026 dan mampu menghasilkan minyak sebesar 903 barel per hari (BOPD) menggunakan pompa listrik ESP (Electric Submersible Pump) tanpa kandungan air (zero water cut). Produksi dari sumur tersebut telah langsung dialirkan ke fasilitas produksi untuk mendukung peningkatan lifting nasional.

“Alhamdulillah, hasil ini menjadi kabar baik bagi upaya bersama meningkatkan produksi migas nasional. Kami berharap sumur ini dapat mempertahankan kinerja produksinya dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Djoko Siswanto dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, dan jajaran pimpinan terkait, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Produksi sumur PT-069 berasal dari lapisan Pasir Bekasap, salah satu reservoir produktif di wilayah kerja Rokan yang selama ini menjadi andalan produksi minyak nasional.

Keberhasilan ini juga menunjukkan efisiensi operasi yang signifikan. Pemboran dilakukan secara directional drilling menggunakan Rig ACS-23 hingga kedalaman akhir 3.446 feet measured depth (MD) atau 3.359 feet true vertical depth (TVD). Seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 12 hari dengan realisasi biaya mencapai sekitar 51,37 persen lebih rendah dibandingkan anggaran yang telah disiapkan.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas dalam mendorong peningkatan produksi migas melalui operasi yang selamat, efisien, dan berkelanjutan.

Keberhasilan sumur Pungut PT-069 diharapkan dapat memberikan tambahan produksi yang signifikan bagi Wilayah Kerja Rokan sekaligus memperkuat optimisme pencapaian target lifting minyak nasional tahun 2026.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama, sektor hulu migas Indonesia optimistis mampu menjaga momentum peningkatan produksi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik, bisa… bisa… bisa!” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam setiap upaya meningkatkan produksi migas nasional.