pekerja pertamina ep

Catat Ya, Pertamina EP Optimistis Capai Target Produksi 2026, Dirut: Kendala Banjir dan Gangguan Gas Mulai Teratasi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com– PT Pertamina EP optimistis dapat mencapai target produksi migas tahun 2026 meskipun sempat menghadapi sejumlah tantangan operasional pada awal tahun. Keyakinan tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina EP, Rachmat Hidajat di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) 10 besar, Rabu (3/6/2026).

Dalam paparannya, Rahmat menjelaskan bahwa secara kinerja produksi minyak, Pertamina EP saat ini berada pada jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Memang pada awal tahun terdapat beberapa tantangan yang kami hadapi, termasuk bencana banjir di Sumatera yang sempat menghambat pencapaian kinerja perusahaan. Namun demikian, kendala tersebut saat ini telah dapat diatasi, sehingga kami optimistis kinerja ke depan dapat terus membaik,”

“Sementara itu, untuk produksi gas, capaian masih sedikit berada di bawah target. Hal tersebut disebabkan oleh adanya gangguan operasional di wilayah Subang. Namun demikian, kondisi tersebut telah berhasil dipulihkan, sehingga kami berharap proses pemulihan produksi (recovery) dapat mendorong pencapaian target gas yang telah ditetapkan,”jelas Rachmat di hadapan Komisi XII DPR RI.

Menurut Rahmat, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan pada awal tahun adalah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah operasi di Sumatera. Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas produksi dan distribusi migas.

Namun demikian, berbagai kendala operasional tersebut telah berhasil ditangani sehingga produksi kembali berjalan normal.

“Beberapa hambatan yang terjadi pada awal tahun, termasuk banjir di Sumatera, memang sempat mempengaruhi kinerja. Tetapi saat ini kondisinya sudah dapat diatasi dan kami optimistis tren produksi akan terus membaik,” katanya.

Sementara itu, untuk produksi gas, Pertamina EP masih menghadapi tantangan akibat gangguan operasional yang terjadi di wilayah Subang, Jawa Barat. Meski demikian, perusahaan memastikan proses pemulihan telah berjalan dan mulai menunjukkan hasil positif.

“Kami menghadapi isu di Subang yang berdampak pada produksi gas. Namun saat ini fasilitas sudah kembali pulih dan kami berharap proses recovery dapat mendorong pencapaian target gas yang telah dibebankan kepada perusahaan,” jelas Rahmat.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga menjelaskan bahwa aset Pertamina EP tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, operasional perusahaan dibagi ke dalam empat regional, yakni Regional 1 untuk Sumatera, Regional 2 untuk Jawa, Regional 3 untuk Kalimantan, dan Regional 4 untuk kawasan Indonesia Timur.

Ia menambahkan bahwa mayoritas wilayah kerja Pertamina EP saat ini masih menggunakan skema fiskal cost recovery yang menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan investasi dan operasi hulu migas nasional.

Pernyataan optimistis dari Pertamina EP tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dan industri hulu migas dalam menjaga produksi nasional di tengah berbagai tantangan teknis maupun faktor alam yang masih membayangi sektor energi sepanjang tahun 2026.