PHI Lampaui Target Produksi Semester I 2026, Dirut Baru Ajak Pekerja Berani Berinovasi Dongkrak Lapangan Migas Mature

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengawali kepemimpinan baru dengan membawa kabar menggembirakan. Hingga Semester I 2026, perusahaan berhasil melampaui target produksi minyak dan gas bumi sekaligus mempertahankan kinerja keselamatan kerja yang sangat baik, memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam paparan kinerja pada Town Hall Meeting (THM) yang digelar secara hybrid dan diikuti sekitar 2.000 pekerja dari Jakarta dan Kalimantan, Direktur Utama PHI yang baru, Muharram Jaya Pangurinseng, mengungkapkan bahwa PHI mencatat produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 621 MMSCFD. Capaian tersebut setara 116,1 persen dari target produksi minyak dan 105,4 persen dari target produksi gas dalam RKAP 2026. 

Tak hanya unggul dari sisi produksi, PHI juga membukukan 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta mencatat Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,03, menegaskan komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan kerja.

Komisaris Utama PHI, Meidawati, menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus terus dijaga melalui strategi selective investment, yakni investasi berbasis analisis tekno-ekonomi yang mengedepankan keselamatan kerja (HSSE) dan manajemen risiko.

Pada kesempatan itu, Meidawati juga memperkenalkan jajaran pimpinan baru PHI, yakni Muharram Jaya Pangurinseng sebagai Direktur Utama, Nana Surdjana sebagai Komisaris, dan AH. Bimo Suryono sebagai Komisaris Independen. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada mantan Direktur Utama Sunaryanto atas dedikasinya selama memimpin PHI sejak Februari 2024 hingga Juli 2026. 

Mengawali masa kepemimpinannya, Muharram mengajak seluruh insan PHI untuk mempertahankan momentum positif pada Semester II 2026 dengan semangat inovasi, terutama dalam meningkatkan recovery rate lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase mature di Regional 3 Kalimantan.

“Kita harus mengedepankan out of the box thinking. Mustahil kita mengharapkan hasil yang berbeda jika tetap melakukan cara yang sama di lokasi yang sama,” tegas Muharram di hadapan para pekerja.

Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi fondasi utama seluruh aktivitas operasi migas. Menurutnya, tidak ada target operasional yang layak dicapai dengan mengorbankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Seluruh pekerjaan harus diawali dengan analisis risiko dan tindakan preventif guna mencegah potensi kecelakaan kerja. 

Sepanjang Semester I 2026, PHI juga mencatat sejumlah tonggak penting, antara lain rampungnya pemasangan topside Proyek Manpatu oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI, sukses pengeboran sumur pengembangan NKL-1183 di PEP Sangasanga Field, penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang mampu meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen, serta hasil positif dari dua sumur di Lapangan Sejadi milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).