SKK Migas: Pembiayaan Rp2,1 Miliar Ubah Wajah Sumur Minyak Rakyat Blora dalam Sehari

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Blora, Jateng, ruangenergi.com– Kabar menggembirakan datang dari pengelolaan sumur minyak masyarakat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan bahwa langkah cepat pembiayaan dari Bank Mandiri langsung membawa perubahan nyata di lapangan, mulai dari kelancaran transaksi minyak, perbaikan aspek keselamatan kerja, hingga penguatan perlindungan lingkungan.

Dalam laporannya pada Selasa, 4 Agustus 2026, Djoko Siswanto menyampaikan bahwa sehari sebelumnya, Komisaris Bank Mandiri memimpin rapat di Kantor Kementerian ESDM yang dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Hasilnya, pada hari yang sama transaksi pembelian minyak dari sumur masyarakat senilai lebih dari Rp2,1 miliar langsung terlaksana melalui Koperasi Produsen Blora Migas Energi.

“Alhamdulillah, setelah rapat pagi dan penandatanganan PKS, siangnya langsung terjadi transaksi lebih dari Rp2,1 miliar untuk pengelola minyak sumur masyarakat oleh Koperasi Produsen Blora Migas Energi. Ini benar-benar langkah yang paten,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Dampak positif pembiayaan tersebut langsung terlihat di lokasi produksi. Area sumur rakyat yang sebelumnya masih ditemukan ceceran minyak mentah kini telah dibersihkan. Pengelola juga membangun tanggul di sekitar area produksi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi tumpahan, sehingga minyak tidak menyebar ke lingkungan dan lebih mudah ditangani.

Menurut Djoko, pembenahan tersebut tidak hanya meningkatkan standar pengelolaan lingkungan, tetapi juga memperkuat aspek health, safety, security, and environment (HSSE) dalam kegiatan produksi minyak masyarakat.

“Inilah yang kita harapkan. Produksi berjalan, lingkungan tetap terjaga, dan keselamatan kerja semakin baik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, inovasi lokal juga menjadi sorotan. Djoko mengungkapkan bahwa pengangkatan minyak kini telah menggunakan pompa listrik hasil karya anak bangsa yang dikembangkan secara mandiri oleh pengelola setempat. Kehadiran teknologi lokal tersebut membuat operasional menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap peralatan impor.

“Yang lebih paten lagi, angkat minyaknya sudah memakai pompa listrik buatan sendiri. Tidak perlu impor. Ini membuktikan kemampuan inovasi masyarakat kita sangat luar biasa,” katanya.

Dengan dukungan pembiayaan perbankan, perbaikan tata kelola, dan pemanfaatan teknologi lokal, SKK Migas optimistis produktivitas sumur minyak masyarakat di Blora akan terus meningkat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Djoko pun menutup laporannya dengan optimisme tinggi.

“Insya Allah produksinya semakin banyak. Mohon doa semuanya. Semoga ikhtiar ini membawa manfaat bagi masyarakat, ketahanan energi nasional, dan kesejahteraan daerah,” tutupnya.