Palembang, Sumsel, ruangenergi.com – Kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menunjukkan catatan positif pada semester I 2026.
Sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bahkan mampu mencatatkan kinerja di atas target Work Program and Budget (WP&B). Atas capaian tersebut, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel memberikan penghargaan kepada KKKS dan mitra kerja yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel 2026 yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026.
Forum yang mengusung tema “Operasi Andal, Aman dengan Pengelolaan Handak yang Optimal Guna Pencapaian Target Produksi dan Lifting Tahun 2026 yang Maksimal” itu menjadi momentum evaluasi kinerja hulu migas sekaligus menyusun strategi menghadapi semester II 2026.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengevaluasi pencapaian produksi dan lifting, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, lesson learned, serta inovasi yang telah diterapkan masing-masing KKKS.
“Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi secara terbuka, bertukar gagasan, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata,” ujar Bambang.
Produksi dan Lifting Sumbagsel di Atas 90 Persen Target

Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh KKKS yang telah bekerja keras menjaga kinerja operasi sepanjang semester I 2026.
Menurutnya, realisasi produksi dan lifting gas serta minyak kondensat wilayah Sumbagsel telah mencapai lebih dari 90 persen terhadap target WP&B.
Lebih menggembirakan lagi, capaian lifting minyak dan kondensat telah menembus lebih dari 99 persen terhadap produksi. Angka tersebut menunjukkan optimalnya penyaluran hasil produksi dari wilayah kerja Sumbagsel.
“Capaian tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan kinerja pada Semester II Tahun 2026,” tegas Bambang.
Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras KKKS, dukungan mitra kerja, serta sinergi yang terus dibangun bersama SKK Migas.
Dalam ajang penghargaan tersebut, PetroChina International Jabung Ltd mencatat prestasi menonjol.
PetroChina meraih penghargaan Capaian Produksi dan Lifting Minyak Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026.
Produksi minyak PetroChina mencapai 106,14 persen terhadap target WP&B, dengan realisasi sebesar 716,07 BOPD.
Sementara lifting minyak mencapai 106,44 persen terhadap target WP&B atau sebesar 677,34 BOPD.
Tak hanya itu, PetroChina juga berhasil mencatatkan Zero Illegal Tapping sepanjang semester I 2026.
Capaian ini menjadi sorotan karena pada 2025 masih tercatat sebanyak 11 kejadian illegal tapping. Keberhasilan menekan kejadian tersebut hingga nol menunjukkan penguatan aspek pengamanan dan pengawasan operasi.
Medco E&P Lampaui Target Gas hingga 142 Persen
Prestasi gemilang juga ditorehkan PT Medco E&P Indonesia – SSB.
Perusahaan ini meraih penghargaan Capaian Produksi dan Lifting Gas Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026.
Produksi gas Medco E&P Indonesia – SSB mencapai 142,17 persen terhadap target WP&B, dengan realisasi 19,23 MMSCFD.
Sementara lifting gas tercatat mencapai 137 persen terhadap target WP&B atau sebesar 17,10 MMSCFD.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan KKKS dalam mengoptimalkan produksi sekaligus memastikan penyaluran gas berjalan sesuai target.
Pertamina EP Zona 4 Unggul di Pengeboran
Penghargaan berikutnya diberikan kepada PT Pertamina EP Zona 4 sebagai peraih Capaian Komitmen Pengeboran Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026.
Penghargaan diberikan atas komitmen perusahaan merealisasikan program kerja yang telah disepakati dengan hasil yang baik, sekaligus memberikan kontribusi terhadap tambahan cadangan hidrokarbon di wilayah Sumbagsel.
Sementara itu, PT Sele Raya Belida meraih penghargaan Capaian Komitmen Seismik Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026.
Sele Raya Belida dinilai mampu menyelesaikan kegiatan seismik secara tepat waktu, aman dan lancar, termasuk dalam memitigasi berbagai isu sosial yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
Pengelolaan Handak hingga Minyak Barang Bukti
Penghargaan juga diberikan kepada KSO-PEP SE BWP Meruap untuk kategori Pengelolaan Bahan Peledak (Handak) Terbaik Wilayah Sumbagsel Semester I 2026.
Kinerja tersebut ditunjukkan melalui komitmen mengembalikan handak konsinyasi tepat waktu setelah kontrak berakhir, serta pengelolaan pencatatan laporan bulanan handak yang dinilai baik, rapi dan teratur.
Sementara itu, PEP Field Prabumulih mendapatkan penghargaan atas Dukungan dan Kerja Sama dalam Penerimaan dan Penyaluran Minyak Barang Bukti Hasil Tangkapan Aparat Penegak Hukum melalui fasilitas Hulu Migas PPP Prabumulih Tahun 2025-2026.
PEP Field Prabumulih dinilai memberikan dukungan fasilitas dan personel yang mumpuni serta kooperatif dalam memenuhi kebutuhan aparat penegak hukum.
Dengan demikian, terdapat tujuh capaian penghargaan yang diberikan kepada enam KKKS dan mitra wilayah Sumbagsel, dengan PetroChina International Jabung Ltd meraih dua penghargaan.
Semester II Jadi Penentu
Bambang mengingatkan, capaian positif pada semester I tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Semester II 2026 justru menjadi periode penting untuk memastikan target tahunan dapat dicapai secara maksimal.
Karena itu, SKK Migas meminta seluruh KKKS terus memperkuat keandalan operasi, mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan, mempercepat proyek, pengeboran dan workover, serta memastikan penerapan keselamatan dan tata kelola yang baik.
“Selain fokus pada pencapaian target produksi, SKK Migas dan KKKS juga harus terus menjadikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan operasi,” kata Bambang.
Menurutnya, keberhasilan industri hulu migas bukan sekadar soal berapa banyak minyak dan gas yang berhasil diproduksikan.
Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika target produksi dan lifting dapat dicapai tanpa mengorbankan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, maupun kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Rapat kerja tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan inovatif untuk meningkatkan keandalan operasi, efisiensi kegiatan, serta memperkuat budaya keselamatan di seluruh wilayah kerja hulu migas Sumatera Bagian Selatan.
Dengan modal kinerja semester I yang cukup positif, pekerjaan rumah berikutnya kini jelas: menjaga performa, mempercepat pekerjaan, dan memastikan target produksi serta lifting 2026 dapat dituntaskan hingga akhir tahun.

