Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Kabar baik datang bertubi-tubi dari sektor eksplorasi minyak dan gas bumi nasional. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan adanya percepatan kegiatan eksplorasi yang disebutnya sebagai “triple good news” pada Senin, 18 Agustus 2026.
Tiga kabar baik tersebut datang dari sejumlah wilayah kerja migas strategis, mulai dari Sumatera Selatan, Riau hingga Bojonegoro, Jawa Timur.
“Alhamdulillah, percepatan untuk kegiatan eksplorasi terjadi hattrick,” kata Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas serta jajaran terkait, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Kabar pertama datang dari Sumatera Selatan, yakni dimulainya tajak sumur eksplorasi Rebonjero #3. Pengeboran sumur tersebut saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
Kabar kedua berasal dari Wilayah Kerja MNK Rokan, Riau. Term and Condition (T&C) WK MNK Rokan telah ditandatangani Menteri ESDM. Tahap berikutnya adalah penandatanganan Production Sharing Contract (PSC) MNK Rokan yang akan menjadi pijakan untuk melanjutkan kegiatan pengeboran eksplorasi maupun deliniasi.
Sementara kabar ketiga datang dari Banyu Geni, Bojonegoro. Izin penggunaan lahan untuk kegiatan pengeboran eksplorasi telah terbit dari Bupati Bojonegoro dan Menteri ATR/BPN.
Bagi SKK Migas, tiga perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan kegiatan eksplorasi nasional yang dalam beberapa tahun terakhir terus didorong pemerintah untuk menemukan sumber daya migas baru.
Separuh Sumur Eksplorasi Berbuah Temuan
Djoko juga membawa kabar menarik dari kinerja pengeboran eksplorasi sepanjang 2026.
Dari enam sumur eksplorasi yang telah dibor hingga saat ini, tiga sumur berhasil menemukan hidrokarbon atau discovery, sementara tiga lainnya berstatus dry hole.
Artinya, tingkat keberhasilan atau success ratio pengeboran eksplorasi yang telah dilakukan mencapai 50 persen.
Selain enam sumur tersebut, saat ini masih terdapat tujuh pengeboran sumur eksplorasi yang sedang berlangsung.
Secara keseluruhan, SKK Migas menargetkan pengeboran 39 sumur eksplorasi sepanjang 2026. Dengan perkembangan yang ada, masih terdapat 26 sumur eksplorasi yang akan dikejar hingga akhir tahun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas eksplorasi migas nasional sedang bergerak agresif. Pemerintah tidak hanya mengejar tambahan produksi dalam jangka pendek, tetapi juga berupaya menemukan cadangan baru untuk menopang ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Empat Target Besar
SKK Migas kini menaruh harapan besar terhadap sejumlah sumur eksplorasi yang akan dan sedang dikerjakan.
Selain Rebonjero di Sumatera Selatan, MNK Rokan di Riau dan Banyu Geni di Bojonegoro, terdapat pula Bobara di Papua yang menjadi bagian dari harapan pencarian sumber daya hidrokarbon baru.
Djoko berharap pengeboran di wilayah-wilayah tersebut dapat menghasilkan temuan hidrokarbon yang signifikan.
“Mohon dukungan dan doa. Insya Allah pengeboran sumur eksplorasi Rebonjero Sumsel, MNK Rokan, Banyu Geni Bojonegoro dan Bobara Papua dapat menghasilkan hidrokarbon yang signifikan,” ujar Djoko.
Jika hasil eksplorasi memenuhi keekonomian dan persyaratan teknis, temuan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui Plan of Development (POD) maupun Put On Production (POP).
Dengan demikian, keberhasilan eksplorasi tidak berhenti sebagai penemuan cadangan di bawah tanah. Temuan tersebut diharapkan bisa segera dikembangkan menjadi produksi yang memberikan tambahan lifting migas nasional.
Di tengah tantangan menjaga produksi migas nasional, percepatan eksplorasi menjadi salah satu kunci. Karena itu, kolaborasi lintas lembaga dan perusahaan menjadi penting.
Dalam laporannya, Djoko menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja bersama SKK Migas, Kementerian ESDM, ATR/BPN, pemerintah daerah, Petronas, ENI dan Pertamina.
“Bersama kita: Doa & BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA,” tutup Djoko dengan optimisme.


